alexametrics

Iran Rilis Foto Terbaru 'Kota Rudal' Bawah Tanah Rahasia

loading...
Iran Rilis Foto Terbaru Kota Rudal Bawah Tanah Rahasia
Iran merilis foto terbaru 'kota rudal', tempat menyimpa rudal bawah tanah rahasia. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Kantor berita Iran yang memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran, Tasnim, merilis sejumlah foto yang diklaim sebagai 'kota rudal', sebuah tempat untuk menyimpan roket bahan bakar padat.

Tasnim juga mengatakan bahwa dari 15 rudal yang ditembakkan ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Iran pada 8 Januari lalu, dua jatuh di wilayah Iran yang tampaknya karena kerusakan teknis seperti dikutip dari laman Radio Farda, Rabu (15/1/2020).

Dalam enam tahun terakhir Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah membangun tiga "kota rudal" bawah tanah dan sebelumnya menerbitkan foto-foto terowongan yang dipenuhi dengan berbagai rudal.



Komandan pasukan udara IRGC, Amir Ali Hajizadeh, mengklaim selama pembukaan "kota rudal" pertama bahwa depot rudal Iran adalah bunker sedalam 500 meter di bawah gunung, di berbagai wilayah negara itu.

Tidak jelas apakah foto-foto terbaru itu menunjukkan salah satu dari tiga "kota rudal" yang diumumkan sebelumnya atau diambil di fasilitas yang berbeda.

Perilisan foto-foto ini bertepatan dengan keputusan Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengaktifkan klausula mekanisme perselisihan kesepakatan nuklir 2015. Langkah itu diambil sebagai respons terhadap keputusan Iran untuk secara bertahap mengungrangi komitmennya terhadap perjanjian tersebut. (Baca: Trio Eropa Aktifkan Mekanisme Perselisihan, JCPOA Terancam Kolaps)

Ketika pada tahun 2018, Donald trump memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian itu, ia mengutip rudal balistik Iran sebagai salah satu kekhawatiran utamanya. Ia pun menuntut perjanjian dengan Iran yang membahas proliferasi persenjataan misilnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak