Perang Hibrida Rusia Akan Picu Pembalasan NATO, Berikut 7 Alasannya

Selasa, 03 Desember 2024 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Pasal 5 hanya pernah diterapkan satu kali sejak NATO didirikan pada tahun 1949 – tak lama setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Dapatkah negara-negara NATO menerapkan Pasal 5? Keir Giles, seorang konsultan senior di lembaga pemikir Chatham House yang berpusat di London, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sekutu NATO tidak mungkin menggunakan pasal tersebut untuk melawan Rusia.

"Itulah inti dari menyebutnya 'perang hibrida' alih-alih perang sungguhan," katanya.

Giles menambahkan bahwa perang hibrida semacam ini telah berlangsung selama beberapa dekade. Ia mengatakan perang hibrida meningkat sekarang karena Rusia yakin bahwa hal itu tidak akan memicu perang habis-habisan. Peningkatan taktik semacam ini "tidak mungkin terjadi jika Rusia dihalangi oleh tindakan balasan apa pun, bahkan yang biasa-biasa saja dan mendasar seperti sanksi", tambahnya.

Lebih jauh, sebuah analisis yang diterbitkan pada hari Selasa oleh IISS mengatakan: "Barat tidak memiliki strategi dan kemampuan untuk bertindak cepat dalam menanggapi perang hibrida Rusia."

"Selama NATO dan negara-negara anggota Eropa tidak sepakat tentang cara menanggapi perang hibrida Kremlin dengan lebih tegas, Eropa akan tetap rentan," tambahnya.

7. Perang Propaganda Jadi Ruhnya

Pusat Analisis Kebijakan Eropa yang berpusat di AS telah memberikan saran untuk kebijakan ancaman hibrida UE. Ini termasuk menegakkan tindakan hukuman seperti sanksi dan mendukung media berbahasa Rusia yang independen untuk melawan disinformasi.

Menurut Giles, meskipun sanksi dijatuhkan sebagai respons terhadap perang Rusia di Ukraina, sanksi tersebut "seharusnya dijatuhkan lebih awal" sebagai respons terhadap taktik perang hibrida.

Tahun lalu, UE mengumumkan akan memberikan hibah senilai lebih dari 2,2 juta euro (USD2,32 juta) kepada proyek Free Media Hub EAST, yang dipimpin oleh Pusat Masyarakat Sipil Praha, yang mendukung kantor berita independen Rusia dan Belarusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved