alexametrics

Pasukan AS Bilang Ajaib Tak Terluka selama Dihujani Rudal Iran

loading...
Pasukan AS Bilang Ajaib Tak Terluka selama Dihujani Rudal Iran
Pangkalan militer Ain al-Asad di Irak yang digunakan militer Amerika Serikat hancur diserang rudal-rudal Iran, Rabu pekan lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
BAGHDAD - Pasukan Amerika Serikat (AS) di pangkalan udara Irak yang menanggung beban serangan balistik pertama Iran mengaku terkejut dengan intensitasnya. Namun, mereka bersyukur masih selamat tanpa cedera.

Skala kerusakan di Pangkalan Udara Ain al-Asad menunjukkan kemampuan destruktif Iran pada saat para pejabat AS khawatir bahwa kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran di seluruh wilayah itu dapat melakukan serangan terhadap Amerika Serikat.

"Sungguh ajaib tidak ada yang terluka," kata Letnan Kolonel Staci Coleman, perwira Angkatan Udara AS yang mengelola lapangan terbang, kepada wartawan hari Senin di pangkalan yang luas di gurun Anbar barat, Irak, tempat 1.500 tentara Amerika dikerahkan.



"Siapa yang mengira mereka (Iran) akan meluncurkan rudal balistik pada mereka (para tentara AS)...dan tidak menderita korban?," lanjut Coleman, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/1/2020). (Baca: Tentara AS Ngumpet di Bungker Saddam saat Diserang 22 Rudal Iran)

Serangan pada 8 Januari lalu itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan Amerika Serikat harus siap menerima pembalasan atas pembunuhan jenderal Iran; Qassem Soleimani, oleh serangan pesawat nirawak Amerika di Irak pada minggu sebelumnya.

Pembunuhan itu menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang baru di Timur Tengah, tetapi Amerika Serikat, Irak, dan negara-negara lain yang memiliki pasukan di pangkalan itu mengatakan tidak ada yang terluka. Para pemimpin militer AS menyatakan bahwa itu berkat para komandan di lapangan, bukan karena "niat baik" Teheran.

Di satu lokasi, serangan sebuah rudal jelajah telah menyebabkan kawah besar dan membakar tempat tinggal yang terbuat dari kontainer.

Dinding beton roboh, kontainer pengiriman hancur dan hangus bersama isinya termasuk sepeda, kursi dan perabotan lainnya. Beberapa tentara mengatakan salah satu dari mereka berlindung di balik dinding yang dihantam ledakan.

Hampir selusin rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Ain al-Asad, tempat pasukan AS melakukan "rencana berpencar" untuk memindahkan para personel dan peralatan ke berbagai wilayah berbenteng.

Amerika Serikat tidak memiliki sistem pertahanan rudal Patriot di Pangkalan Udara Ain al-Asad, dan menempatkan tanggung jawab pada komandan lokal untuk melindungi pasukan mereka.

"Kami mendapat pemberitahuan bahwa mungkin ada serangan beberapa jam sebelumnya, jadi ada peralatan yang dipindahkan," kata seroang Sersan AS, Tommie Caldwell.

Letnan Kolonel Coleman mengatakan bahwa pada jam pukul 22.00 malam semua staf yang dia kelola siap untuk berlindung. "Orang-orang menganggap ini sangat serius," katanya.

Tiga setengah jam kemudian rudal mulai berdatangan. Beberapa tentara mengatakan serangan berlanjut selama dua jam.

Sersan Armando Martinez, yang berada di tempat terbuka untuk mengawasi korban, mengatakan dia tidak bisa percaya betapa mudahnya satu rudal meratakan tembok beton.

“Ketika roket menyerang itu satu hal; tapi rudal balistik, itu seperti teror," katanya. (Baca juga: Rudal Iran Tak Tewaskan Tentara AS, Jenderal IRGC: Itu Tak Penting)

"Anda melihat cahaya putih seperti bintang jatuh dan kemudian beberapa detik kemudian itu mendarat dan meledak. Suatu hari, setelah serangan itu, seorang rekan melihat bintang jatuh yang sebenarnya dan panik."

Selain Pangkalan Udara Ain al-Asad, serangan rudal Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Erbil yang juga digunakan pasukan AS. Jumlah misil Iran dalam serangan itu antara 15 hingga 22 unit. Satu rudal mendarat di landasan parkir helikopter Blackhawk yang membantu mengangkut peralatan dalam perang melawan gerilyawan ISIS.

Helikopter telah dipindahkan tetapi misil Teheran menghancurkan dua hanggar. "Kita harus berada di bungker selama lebih dari lima, mungkin tujuh atau delapan jam," kata Kenneth Goodwin, seorang sersan Angkatan Udara AS. "Mereka tahu apa yang mereka tuju dengan menargetkan lapangan udara dan area parkir."

Rentetan serangan misil itu merupakan serangan terbaru terhadap sebuah pangkalan udara yang sering dikunjungi pejabat tinggi AS ketika berada di Irak.

"Setelah serangan rudal ini, ketika kami mendengar kemungkinan serangan roket milisi, kami cenderung berpikir, 'Oh, hanya roket...itu berubah'," kata Coleman, menggambarkan perasaan umum para tentara ketika serangan rudal berakhir.

Pada hari Minggu militer Irak mengatakan empat orang terluka dalam serangan di pangkalan udara Balad di Irak utara, yang juga menampung personel AS. Sumber-sumber militer mengidentifikasi yang terluka adalah tentara Irak.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak