alexametrics

Coba Hidupkan Pembicaraan, AS Kembali Dekati Korut

loading...
Coba Hidupkan Pembicaraan, AS Kembali Dekati Korut
Penasihat Keamanan Gedung Putih, Robert O'Brien sebut Washington telah menghubungi Korut untuk mengindikasikan bahwa AS ingin melanjutkan perundingan nuklir. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Gedung Putih, Robert O'Brien mengatakan, Washington telah menghubungi pemerintah Korea Utara (Korut) untuk mengindikasikan bahwa Amerika Serikat (AS) ingin melanjutkan perundingan nuklir. Pembicaraan antara Washington dan Pyongyang terhenti sejak keduanya terakhir bertemu di Swedia Oktober tahun lalu.

"Kami telah menjangkau Korut dan memberi tahu mereka bahwa kami ingin melanjutkan negosiasi di Stockholm yang terakhir dilakukan pada awal Oktober," kata O'Brien saat melakukan wawancara dengan Axios, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/1/2020).

O'Brien, dalam wawancara itu kemudian menyatakan optimisme atas kelanjutan pembicaraan kedua negara, dengan melihat kenyataan bahwa Pyongyang belum memberikan "hadiah Natal" yang dijanjikan Kim Jong-un untuk AS.



"Kim Jong-un berjanji untuk mengirim "hadiah Natal". Presiden Donald Trump menyarankan dia mengiriminya vas. Kami tidak mendapatkan vas atau hadiah Natal lainnya. Itu tampaknya positif," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Korut telah menerima ucapan selamat ulang tahun dari Trump untuk Jong-un. Meski demikian, Korut menyebut ubungan pribadi keduanya tak cukup untuk kembali ke perundingan.

Penasehat Kementerian Luar Negeri Korut, Kim Kye-gwan menjelaskan, meski Jong-un dapat secara pribadi menyukai Trump, dia tidak akan memimpin negaranya atas dasar perasaan pribadi.

"Kim Jong-un memiliki perasaan pribadi yang bagus tentang Presiden Trump, mereka, dalam kata sebenarnya, 'pribadi' Kami telah tertipu oleh AS, terjerat dalam dialog dengannya selama lebih satu setengah tahun, dan itu waktu yang hilang bagi kami," papar Kye-gwan.

Menurut dia, Korut tidak akan membahas proposal seperti yang dibuat Trump pada pertemuan terakhir dengan Kim di Hanoi pada Februari 2019. Dia juga menegaskan, Korut tidak akan menyerahkan fasilitas nuklirnya untuk pemulihan sanksi sebagian, dan hanya akan kembali ke perundingan saat AS membuat konsesi.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak