alexametrics

Takut Rumah Roboh Akibat Gempa, Warga Puerto Rico Tidur di Luar

loading...
Takut Rumah Roboh Akibat Gempa, Warga Puerto Rico Tidur di Luar
Warga tinggal di kamp sementara di kompleks olahraga setelah gempa di Guanica, Puerto Rico. Foto/REUTERS/Marco Bello
A+ A-
GUANICA - Ribuan warga Puerto Rico memilih tidur di luar rumah setelah gempa bumi mengguncang pulau di Karibia itu. Lebih dari setengah warga di pulau berpenduduk 3 juta jiwa itu juga belum mendapat aliran listrik.

Gempa bumi pada Selasa (7/1) itu menghancurkan dan merusak sekitar 300 rumah. Warga takut tidur di dalam rumah karena takut roboh akibat gempa yang terbesar di wilayah itu dalam 102 tahun. Status darurat masih berlaku di wilayah Amerika Serikat (AS) tersebut.

Wilayah selatan pulau itu mengalami dampak terburuk gempa. Puluhan rumah roboh di sejumlah kota seperti Yauco, Guanica dan Guayanilla saat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) dan gempa susulan 5,6 SR mengguncang.



Sejumlah gempa susulan masih terjadi dan ribuan orang tidur di luar ruangan atau di dalam mobil mereka. "Mengerikan, mengerikan, mengerikan, mengerikan, semua jatuh di atas kami," kata Josefina Pacheco yang lari ke jalan saat gempa mengguncang rumahnya.

"Sungguh sulit melihat sangat banyak rumah di sekitar Anda roboh," ujar dia.

Aliran listrik diperkirakan belum dapat pulih ke seluruh pulau hingga akhir pekan ini karena gempa telah mengakibatkan kerusakan di fasilitas pembangkit listrik utama, Costa Sur Plant, dan terjadi kerusakan infrastruktur listrik lainnya, termasuk tiang dan kabel listrik.

"Akan membutuhkan minimal satu tahun untuk memperbaiki Costa Sur yang menyuplai sekitar sepertiga listrik untuk Puerto Rico," ungkap Kepala badan listrik AEE, Jose Ortiz pada surat kabar El Nuevo Dia.

Sekitar 600.000 dari 1,5 juta konsumen telah mendapat aliran listrik pada Rabu (8/1), naik dari 100.000 konsumen pada Selasa (7/1) malam. Pulau itu baru dapat menghasilkan 955 megawatt listrik, masih kurang dari total kebutuhan 2.300 megawatt.

Pulau itu pernah mengalami pemadaman listrik total setelah badai Maria pada 2017 yang menewaskan hampir 3.000 orang.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak