alexametrics

Tiga Warga AS Tewas Akibat Serangan Al Shabaab di Kenya

loading...
Tiga Warga AS Tewas Akibat Serangan Al Shabaab di Kenya
Ilustrasi
A+ A-
NAIROBI - Tiga warga Amerika Serikat (AS), yang terdiri dari seorang anggota militer dan dua kontraktor tewas akibat serangan kelompok militan al Shabaab, Minggu (5/1). Serangan ini menghantam sebuah pangkalan militer di Kenya yang digunakan oleh pasukan AS dan Kenya.

Komando Militer militer Afrika mengkonfirmasi kematian itu dan mengatakan dua orang Amerika yang bekerja untuk Departemen Pertahanan AS juga terluka dalam serangan di Lapangan Terbang Teluk Manda di wilayah Lamu, dekat dengan perbatasan Somalia.

"Orang-orang Amerika yang terluka saat ini dalam kondisi stabil dan sedang dievakuasi. Laporan awal mencerminkan kerusakan infrastruktur dan peralatan," kata Komando Afrika militer AS (AFRICOM) dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.



Mayor Karl Wiest dari AFRICOM mengatakan kepada Reuters, kurang dari 150 personel AS berada di pangkalan itu. Mereka memberikan pelatihan dan dukungan kontraterorisme kepada pasukan Afrika Timur.

Serangan itu menghadirkan krisis lain bagi Washington, tepat ketika Pentagon bergulat dengan pertikaian yang meningkat cepat dengan Iran menyusul serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad yang menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani.

Seperti diungkapkan oleh sejumlah saksi mata, serangan yang diancarkan oleh al Shabaab itu dimulai sebelum fajar dan berlangsung sekitar empat jam. Al Shabaab telah berjuang selama lebih dari satu dekade untuk menggulingkan pemerintah Somalia dan memberlakukan hukum Islam yang ketat.

Sebuah laporan polisi Kenya yang dilihat oleh Reuters mengatakan, kelompok militan Islam menghancurkan dua pesawat, dua helikopter AS dan beberapa kendaraan militer Amerika selama serangan mereka. Militer Kenya mengatakan, lima gerilyawan tewas dalam serangan itu.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak