Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya Jet Tempur Siluman yang Kalahkan Sistem Rudal Patriot AS

Jum'at, 08 November 2024 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Meski pejabat Rusia mengeklaim pesawat tersebut telah berhasil melaksanakan misi tempur, rincian keterlibatannya dalam perang melawan pasukan Ukraina masih langka.

Menurut laporan intelijen Kementerian Pertahanan Inggris pada Januari 2023, Su-57 telah beroperasi di wilayah udara Ukraina tetapi hanya pada jarak dekat, jauh dari garis depan.

Laporan intelijen tersebut mengeklaim bahwa Rusia mungkin enggan mengirim Su-57 ke wilayah udara yang disengketakan karena kekhawatiran atas kerentanan pesawat tempur tersebut.

Yang semakin memicu kekhawatiran ini, serangan pesawat tak berawak Ukraina awal tahun ini merusak Su-57 di pangkalan udara yang terletak jauh dari garis depan.

Keterlibatan minimal pesawat tersebut dalam konflik Ukraina sebagian disebabkan oleh ukuran armadanya yang kecil, yang kemungkinan membuat Moskow waspada terhadap konsekuensi politik jika salah satunya jatuh.

Selain itu, pengembangan sistem pesawat yang lambat dan penundaan desain telah menghambat efektivitas Su-57.

Meskipun penerbangan pertamanya pada tahun 2010, kurang dari 40 unit Su-57 telah dikirimkan ke militer Rusia, dengan produksi baru dimulai pada tahun 2019 karena hambatan industri dan sanksi Barat.

Lebih jauh lagi, sebuah video baru-baru ini yang memperlihatkan rekaman close-up Su-57 telah menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas pembuatannya, yang berpotensi merusak reputasi dan manfaat yang ingin diperoleh Moskow dari Zhuhai Airshow.

Meskipun demikian, ujian sesungguhnya atas daya tarik Su-57 bagi pelanggan internasional akan bergantung pada bagaimana kekhawatiran tentang kinerja dan kemampuan produksinya ditangani di masa mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved