AS Ternyata Uji Rudal Nuklir saat Pilpres yang Dimenangkan Donald Trump
Kamis, 07 November 2024 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
"Peluncuran udara memvalidasi daya tahan ICBM kami, yang berfungsi sebagai penyangga strategis pertahanan negara kami serta pertahanan sekutu dan mitra," kata Jenderal Thomas A Bussiere, seorang komandan di Komando Serangan Global Angkatan Udara AS.
Minuteman III adalah satu-satunya ICBM berbasis silo milik Amerika.
Menurut Angkatan Udara AS, mereka memiliki total 400 rudal semacam itu dan tiga sayap rudal yang mengoperasikannya: Sayap Rudal ke-90 di Wyoming, ke-91 di North Dakota, dan ke-341 di Montana.
Pertama kali digunakan pada tahun 1970, rudal ini dapat menempuh jarak lebih dari 6.000 mil (9.656 km) dengan kecepatan maksimum 24.000 km/jam atau 23 kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Menurut beberapa laporan media Amerika, Washington telah memperingatkan Moskow sebelumnya tentang peluncuran uji coba rudal tersebut.
Pada akhir Oktober, Rusia melakukan latihan pencegahan nuklir strategisnya sendiri.
Latihan tersebut melibatkan peluncuran rudal balistik dan jelajah. Saat itu, Presiden Vladimir Putin mengatakan Moskow berusaha mempertahankan kekuatan nuklirnya pada tingkat yang “cukup memadai”, tetapi tidak bermaksud untuk terseret ke dalam perlombaan senjata baru.
Minuteman III adalah satu-satunya ICBM berbasis silo milik Amerika.
Menurut Angkatan Udara AS, mereka memiliki total 400 rudal semacam itu dan tiga sayap rudal yang mengoperasikannya: Sayap Rudal ke-90 di Wyoming, ke-91 di North Dakota, dan ke-341 di Montana.
Pertama kali digunakan pada tahun 1970, rudal ini dapat menempuh jarak lebih dari 6.000 mil (9.656 km) dengan kecepatan maksimum 24.000 km/jam atau 23 kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Menurut beberapa laporan media Amerika, Washington telah memperingatkan Moskow sebelumnya tentang peluncuran uji coba rudal tersebut.
Pada akhir Oktober, Rusia melakukan latihan pencegahan nuklir strategisnya sendiri.
Latihan tersebut melibatkan peluncuran rudal balistik dan jelajah. Saat itu, Presiden Vladimir Putin mengatakan Moskow berusaha mempertahankan kekuatan nuklirnya pada tingkat yang “cukup memadai”, tetapi tidak bermaksud untuk terseret ke dalam perlombaan senjata baru.
Lihat Juga :