Israel Bunuh 3 Jurnalis di Lebanon Selatan dalam Serangan yang Disengaja

Jum'at, 25 Oktober 2024 - 16:37 WIB
loading...
A A A
Menteri Informasi Lebanon Ziad Makary menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang".

"Ini adalah pembunuhan, setelah pemantauan dan pelacakan, dengan perencanaan dan persiapan sebelumnya, karena ada 18 wartawan yang hadir di lokasi yang mewakili tujuh lembaga media," tulis dia di platform media sosial X.

Ghassan bin Jiddo, direktur Al Mayadeen, mengatakan di X bahwa, "Penargetan Israel terhadap kediaman wartawan itu disengaja, dan ada wartawan yang terluka dari saluran Arab lainnya."

"Kami menganggap pendudukan sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan perang ini, di mana kru wartawan, termasuk tim Al Mayadeen, menjadi sasaran," papar dia.

Tidak ada komentar langsung dari rezim kolonial rasis Israel yang telah membunuh lebih dari 2.500 warga Lebanon dan 42.800 warga Palestina di Jalur Gaza.

Ancaman untuk Wartawan


Serangan itu terjadi sehari setelah serangan Israel menghantam kantor yang digunakan Al Mayadeen di pinggiran selatan Beirut yang menewaskan satu orang dan melukai lima orang lainnya.

Khan dari Al Jazeera mengatakan, "Tidak masalah apakah Anda menyukai organisasi berita itu atau tidak. Jika Anda menganut demokrasi, kebebasan berbicara adalah nilai inti."

Dia menambahkan serangan itu adalah "pesan yang disengaja untuk semua jurnalis", yang sekarang akan meninggalkan daerah itu.

"Jelas, mereka mencoba membutakan dunia terhadap apa yang terjadi di Lebanon selatan dengan menargetkan jurnalis," ujar Khan tentang militer Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved