alexametrics

Korban Tewas Letusan Gunung Berapi di Selandia Baru Jadi 18 Jiwa

loading...
Korban Tewas Letusan Gunung Berapi di Selandia Baru Jadi 18 Jiwa
Tim penyelamat mencari korban letusan gunung berapi di Selandia Baru. FOTO/The Independent
A+ A-
AUCKLAND - Tim penyelamat kembali menyusuri perairan di sekitar White Island, Selandia Baru, Minggu (15/12) untuk mencari dua jenazah korban letusan gunung berapi di wilayah ini. Namun, dua jenazah itu belum ditemukan. Dari 47 orang yang berada di pulau itu saat terjadi letusan, jumlah korban tewas adalah 18 jiwa, termasuk dua korban yang masih belum ditemukan.

Tim penyelamat meyakini, jasad keduanya mungkin berada di laut. Pihak berwenang mengatakan, 8 personel tim penyelamat dikerahkan selama 75 menit ke suatu daerah, di mana mereka meyakini ada korban tersisa.

"Saya dapat mengatakan, kami tidak menemukan mayat lebih lanjut di daerah itu," kata Wakil Komisaris Polisi Mike Clement pada konferensi media. "Tim penyelamat frustrasi. Kami sepenuhnya memahami betapa frustrasinya orang-orang terkasih yang menginginkan jenazah kembali," lanjutnya, seperti dikutip dari Channel News Asia.



Pada hari Jumat, enam mayat berhasil diambil dari pulau itu oleh tim militer Selandia Baru dan dibawa ke daratan untuk identifikasi korban bencana. Polisi mengatakan, mereka tetap berkomitmen untuk menemukan kedua mayat itu dan penyelam polisi dan militer terus menjelajahi perairan di sekitar pulau itu.

"Semua orang yqng pergi ke sana benar-benar putus asa untuk menemukan mayat dan mengembalikannya kepada orang yang dicintai," kata Clement. Pada hari Sabtu, penyelam menghadapi perairan yang terkontaminasi dan jarak pandang yang rendah ketika mereka mencari di sekitar perairan pulau tersebut.

Gunung berapi yang menjadi tujuan populer di kalangan wisatawan itu memuntahkan abu, uap, dan gas di seluruh pulau pada awal pekan lalu. Di antara 47 orang yang berada di pulau itu pada saat kejadian, beberapa diantaranya berasal dari Australia, AS, Jerman, Cina, Inggris, dan Malaysia.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak