alexametrics

Rusia Prihatin AS Uji Coba Rudal Terlarang

loading...
Rusia Prihatin AS Uji Coba Rudal Terlarang
Rusia prihatin AS melakukan uji coba rudal balistik berbasis darat yang sempat dilarang. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Rusia prihatin dengan uji coba rudal jelajah berbasis darat yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Rudal jenis itu sebelumnya dilarang berdasarkan pada Perjanjian Nuklir Jarak Menengah atau INF.

Hal itu diungkapkan Direktur Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata Departemen Luar Negeri Rusia Vladimir Yermakov.

Yermakov mengatakan uji coba itu dilakukan hanya beberapa bulan setelah AS keluar dari Perjanjian INF, yang menunjukkan bahwa Washington telah mulai mengembangkan senjata yang dilarang oleh perjanjian itu sejak lama seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu (14/12/2019).



Sebelumnya Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada hari Kamis Angkatan Udaranya telah melakukan uji terbang prototipe rudal balistik berbasis darat yang dikonfigurasi secara konvensional dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California.

"Rudal itu terbang lebih dari 500 km sebelum berakhir di laut terbuka," kata pernyataan itu. (Baca: AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat)

Uni Soviet, kini Rusia, dan AS menandatangani Perjanjian INF pada tahun 1987. Perjanjian ini melarang memiliki, mengembangkan, dan menguji coba rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan 500-5.500 km.

Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow dan Washington saling menuduh telah melanggar perjanjian di tengah meningkatnya ketegangan. Kedua negara itu secara resmi menarik diri dari perjanjian INF pada Agustus.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak