alexametrics

Trump kepada Greta Thunberg: Setop jadi Aktivis!

loading...
Trump kepada Greta Thunberg: Setop jadi Aktivis!
Majalah Time menobatkan remaja yang juga aktivis lingkungan Greta Thunberg sebagai Person of The Year. Foto/Kolase/Sindonews
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang aktivis iklim Greta Thunberg setelah dinobatkan sebagai Person of the Year oleh majalah Time. Trump menyuruh remaja berusia 16 tahun itu untuk "bersantai" dan menonton film daripada menjadi aktivis.

Trump bahkan menyebut pemberian penghargaan itu kepada Thurnberg adalah sesuatu yang konyol.

"Sangat konyol. Greta harus mengatasi masalah Anger Management-nya, lalu pergi ke film kuno yang bagus bersama seorang teman! Chill Greta, Chill!” cuit Trump pada Kamis pagi dalam menanggapi tweet dari penulis Roma Downey yang mengucapkan selamat kepada Thunberg atas kemenangannya.



Segera setelah tweet Trump, Thunberg mengubah biografinya di Twitter untuk mencerminkan komentar presiden, menggambarkan dirinya sebagai: "Seorang remaja yang sedang berusaha untuk mengatasi masalah Anger Management. Saat ini sedang bersantai dan menonton film kuno dengan teman,” seperti disitir dari Business Insider, Jumat (12/12/2019)

Time mengatakan bahwa Thunberg dianugerahi kehormatan setelah dia memulai gerakan global dengan bolos sekolah.

“Mulai bulan Agustus 2018, dia menghabiskan hari-harinya berkemah di depan Parlemen Swedia, memegang sebuah tanda yang dicat dengan huruf hitam dengan latar belakang putih yang bertuliskan Skolstrejk untuk klimatet: Str School Strike for Climate," tulis Time.

“Dalam 16 bulan sejak itu, ia telah berbicara dengan para kepala negara di PBB, bertemu dengan Paus, berdebat dengan presiden Amerika Serikat, dan menginspirasi 4 juta orang untuk bergabung dengan demonstrasi iklim global pada 20 September 2019, yang merupakan demonstrasi iklim terbesar dalam sejarah manusia," sambung majalah itu. (Baca: Remaja Aktivis Iklim Greta Thunberg Raih Person of the Year 2019)

Trump sendiri memiliki sejarah panjang mengkritik pilihan majalah Time untuk Person of the Year, meskipun ia menerima penghargaan itu pada tahun 2016, tak lama setelah ia memenangkan kursi kepresidenan.

Pada November 2017, Trump mengklaim bahwa dia telah menolak tawaran dari Time menjadi Person of the Year selama dua tahun berturut-turut karena majalah itu ingin mewawancarainya.

"Majalah Time menelepon untuk mengatakan bahwa saya MUNGKIN akan dianugerahi 'Man (Person) of the Year,' seperti tahun lalu, tetapi saya harus menyetujui wawancara dan pemotretan," tweetnya.

"Saya bilang itu mungkin tidak baik dan biarlah berlalu," sambungnya.

Trump sendiri masuk dalam nominasi 2019 bersama Thunberg dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak