alexametrics

Perwira Saudi Penembak Pangkalan Militer AS: Amerika Negara Kejahatan

loading...
Perwira Saudi Penembak Pangkalan Militer AS: Amerika Negara Kejahatan
Naval Air Station (NAS) Pensacola, Florida, sebuah pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditembaki perwira Arab Saudi. Foto/US Navy/Patrick Nichols
A+ A-
WASHINGTON - Seorang perwira militer Arab Saudi yang melakukan penembakan di pangkalan militer Angkatan Laut Pensacola, Florida, Amerika Serikat (AS) menuliskan manifesto online sebelum beraksi. Dalam manifestonya, dia menyebut Amerika sebagai "negara kejahatan".

Aksi penembakannya pada Jumat dini hari menewaskan tiga orang. Dia pada akhirnya juga tewas. Ada laporan yang berbeda tentang kematiannya, yakni ada yang menyebut ditembak mati oleh polisi, dan ada yang menyebut akibat bunuh diri dengan tembakan.

Serangan tersebut juga menyebabkan delapan orang lainnya cedera, termasuk dua deputi sheriff yang merespons serangan.



Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan penembak itu berasal dari Arab Saudi dan termasuk perwira militer yang mengikuti program latihan penerbangan di Florida.

SITE Intelligence Group, kelompok yang memantau media jihadis, mengidentifikasi pelaku penembakan bernama Mohammed al-Shamrani. Kelompok inilah yang menemukan manifesto yang ditulis pelaku di Twitter sebelum beraksi.

"Saya menentang kejahatan, dan Amerika secara keseluruhan telah berubah menjadi negara kejahatan," bunyi manifesto pelaku.

"Saya tidak menentang Anda hanya karena menjadi orang Amerika, saya tidak membenci Anda karena kebebasan Anda, saya membenci Anda karena setiap hari Anda mendukung, mendanai, dan melakukan kejahatan tidak hanya terhadap Muslim tetapi juga kemanusiaan," lanjut manifesto pelaku.

ABC News, pada Sabtu (7/12/2019), melaporkan bahwa penyelidik sedang bekerja untuk menentukan apakah manifesto itu benar-benar ditulis oleh pelaku penembakan atau bukan.

Akun Twitter yang yang mem-posting manifesto tersebut juga mengutuk dukungan AS pada Israel dan mem-posting kutipan dari almarhum pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Akun itu telah ditangguhkan pihak Twitter.

"Pemerintah Arab Saudi perlu memperbaiki keadaan bagi para korban ini. Dan saya pikir mereka akan berutang di sini mengingat ini adalah salah satu dari mereka," kata DeSantis merujuk pada pelaku penembakan.

Pejabat militer AS, Kapten Timothy Kinsella, mengatakan penembak itu adalah seorang peserta pelatihan penerbangan, salah satu dari ratusan peserta asing di pangkalan tersebut.

Menurut New York Times, enam warga Arab Saudi telah ditangkap dan ditahan setelah penembakan itu, termasuk tiga orang yang terlihat merekam seluruh serangan. Laporan surat kabar itu mengutip sumber yang diberi pengarahan tentang penyelidikan awal yang dipimpin FBI.

Pelaku penembakan dipersenjatai dengan pistol Glock 9mm.

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi telah menelepon Presiden AS Donald John Trump untuk menyampaikan belasungkawa dan mengecam keras penembakan di pangkalan militer Angkatan Laut Pensacola.

"Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengatakan bahwa rakyat Saudi sangat marah dengan tindakan biadab penembak, dan bahwa orang ini sama sekali tidak mewakili perasaan orang-orang Saudi yang mencintai orang-orang Amerika," kata Trump, menirukan ucapan penguasa Saudi.

"Raja Salman dari Arab Saudi baru saja menelepon untuk menyatakan belasungkawa yang tulus dan memberikan simpatinya kepada keluarga dan teman-teman prajurit yang terbunuh dan terluka dalam serangan yang terjadi di Pensacola, Florida," lanjut pemimpin Amerika tersebut dalam rentetan tweet-nya, yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Sabtu (7/12/2019).
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak