alexametrics

Tantangan Koflik Global Makin Beragam, NATO Belum Bersatu

loading...
Tantangan Koflik Global Makin Beragam, NATO Belum Bersatu
Para pemimpin NATO semakin menunjukkan perpecahan pada konferensi tingkat tinggi di Inggris.Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
LONDON - Para pemimpin NATO (Organisasi Traktat Atlantik Utara) semakin menunjukkan perpecahan pada konferensi tingkat tinggi di Inggris. Mereka masih memiliki banyak perbedaan dan belum memiliki satu kesepahaman mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi pakta pertahanan yang telah berusia 70 tahun.

Dalam pertemuan penyambutan di Istana Buckingham, para pemimpin Eropa yang dipimpin Jerman dan Prancis ingin menyampaikan protes kepada Trump. Mereka tidak ingin diperlakukan sebagai mitra junior, padahal NATO menghadapi konflik global yang semakin nyata. Sebelumnya Macron mengungkapkan NATO mengalami koma karena tidak memiliki strategi dan kontrol yang jelas.

Dia juga mengungkapkan langkah NATO menyerang kelompok Kurdi di Suriah sebagai kesalahan fatal karena pejuang Kurdi adalah aliansi NATO. Trump mengungkapkan, kritikan Macron terhadap NATO sebagai sesuatu yang “menjijikkan”. Itu mempertanyakan apakah militer AS seharusnya membela negara yang “jahat”.



“Tidak menjadi hak untuk mengambil keuntungan NATO dan juga mengambil keuntungan perdagangan, dan apa yang terjadi. Kita tidak membiarkan hal itu terjadi,” ujar Trump mengenai ketegangan sektor antariksa dan pajak pelayanan digital Eropa terhadap perusahaan teknologi AS.

Namun demikian, Eropa, Turki, dan Kanada menegaskan berjanji akan mengeluarkan anggaran USD400 miliar secara kolektif untuk NATO pada 2024. “Jika kita menginvestasikan uang dan mempertaruhkan nyawa tentara kita, kita seharusnya jelas dengan fundamental NATO,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menambahkan, dirinya akan mempertahankan kepentingan Prancis dan Eropa.

Mengenai pernyataan NATO yang mengalami "koma", Macron kemarin tetap mempertahankan kritik tersebut karena merujuk situasi dan arah aliansi yang semakin tidak jelas. "Ya, sebenarnya. FAktanya itu mengarahkan kita untuk memicu debat yang krusial,"kata Macron ditanya mengenai kritik terhadap NATO.

Macron mengungkapkan, siapa yang menciptakan perdamaian di Eropa dan mengklarifikasi siapa yang menjadi musuh. "Saya pikir itu tugas kita untuk merujuk ambiguitas yang bisa berbahaya dan menangkal debat strategis. Itu baru dimulai, saya puas," ujarnya.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan dirinya tetap optimistis di tengah berbagai perbedaan di antara anggota NATO mengenai kesehatan aliansi tersebut. "Segala perbedaan di antara anggota harus kita selesaikan. Kita harus berbicara mengenai masa depan NATO dan kepentingan strategis kita," papar Merkel.

Ketegangan dan perpecahan di NATO membuat Rusia di atas angin. Selama ini, Rusia dianggap sebagai rival utama NATO. Kremlin menyatakan upaya NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan menunjukkan upaya aliansi tersebut untuk terus memperluas pengaruh dan membendung Rusia.

"Kita melihat NATO melaksanakan tindakan bertujuan untuk membendung dan ekspansi berkaitan dengan negara kita. Itu akan menjadi perhatian kita," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia mengungkapkan, Rusia tidak akan meningkatkan anggaran untuk perlombaan senjata seperti perilaku NATO.

Kemudian, ada upaya untuk mendorong NATO berperan serta lebih luas secara politik di Timur Tengah dan Afrika. Meksipun, Berlin dan Paris menginginkan NATO memiliki “orang bijaksana” sebagai penasihat untuk mereformasikan organisasi pertahanan tersebut. NATO juga akan menegaskan komitmen untuk saling mendukung satu sama lain, Inggris akan menempatkan enam kapal perang, dua skuadron pesawat tempur, dan ribuan tentara untuk siap menghadapi pertempuran.

Selain menghadapi segala kemungkinan perang dengan Rusia, NATO juga akan fokus menghadapi China untuk pertama kalinya. Mereka sudahmelihat Beijing mengalami pertumbuhan militer yang semakin kuat. NATO juga sudah mempersiapkan pertahanan diri untuk menghadapi segala kemungkinan serangan mulai dari perang hingga mempertahan pertahanan jaringan komputer.

“China semakin dekat dengan kita,” kata Kepala NATO Jens Stoltenberg, dilansir CNN. “Kita melihat mereka (China) di Artik, kita melihat mereka di Afrika, kita melihat mereka berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur Eropa dan juga berinvestasi di ruang siber,” ujar Stoltenber. Namun demikian, tidak berarti NATO berpindah ke Laut China Selatan.
LONDON – Para pemimpin NATO (Organisasi Traktat Atlantik Utara) semakin menunjukkan perpecahan pada konferensi tingkat tinggi di Inggris. Mereka masih memiliki banyak perbedaan dan belum memiliki satu kesepahaman mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi pakta pertahanan yang telah berusia 70 tahun.

Dalam pertemuan penyambutan di Istana Buckingham, para pemimpin Eropa yang dipimpin Jerman dan Prancis ingin menyampaikan protes kepada Trump. Mereka tidak ingin diperlakukan sebagai mitra junior, padahal NATO menghadapi konflik global yang semakin nyata. Sebelumnya Macron mengungkapkan NATO mengalami koma karena tidak memiliki strategi dan kontrol yang jelas.

Dia juga mengungkapkan langkah NATO menyerang kelompok Kurdi di Suriah sebagai kesalahan fatal karena pejuang Kurdi adalah aliansi NATO. Trump mengungkapkan, kritikan Macron terhadap NATO sebagai sesuatu yang “menjijikkan”. Itu mempertanyakan apakah militer AS seharusnya membela negara yang “jahat”.

“Tidak menjadi hak untuk mengambil keuntungan NATO dan juga mengambil keuntungan perdagangan, dan apa yang terjadi. Kita tidak membiarkan hal itu terjadi,” ujar Trump mengenai ketegangan sektor antariksa dan pajak pelayanan digital Eropa terhadap perusahaan teknologi AS.

Namun demikian, Eropa, Turki, dan Kanada menegaskan berjanji akan mengeluarkan anggaran USD400 miliar secara kolektif untuk NATO pada 2024. “Jika kita menginvestasikan uang dan mempertaruhkan nyawa tentara kita, kita seharusnya jelas dengan fundamental NATO,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menambahkan, dirinya akan mempertahankan kepentingan Prancis dan Eropa.

Mengenai pernyataan NATO yang mengalami "koma", Macron kemarin tetap mempertahankan kritik tersebut karena merujuk situasi dan arah aliansi yang semakin tidak jelas. "Ya, sebenarnya. FAktanya itu mengarahkan kita untuk memicu debat yang krusial,"kata Macron ditanya mengenai kritik terhadap NATO.

Macron mengungkapkan, siapa yang menciptakan perdamaian di Eropa dan mengklarifikasi siapa yang menjadi musuh. "Saya pikir itu tugas kita untuk merujuk ambiguitas yang bisa berbahaya dan menangkal debat strategis. Itu baru dimulai, saya puas," ujarnya.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan dirinya tetap optimistis di tengah berbagai perbedaan di antara anggota NATO mengenai kesehatan aliansi tersebut. "Segala perbedaan di antara anggota harus kita selesaikan. Kita harus berbicara mengenai masa depan NATO dan kepentingan strategis kita," papar Merkel.

Ketegangan dan perpecahan di NATO membuat Rusia di atas angin. Selama ini, Rusia dianggap sebagai rival utama NATO. Kremlin menyatakan upaya NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan menunjukkan upaya aliansi tersebut untuk terus memperluas pengaruh dan membendung Rusia.

"Kita melihat NATO melaksanakan tindakan bertujuan untuk membendung dan ekspansi berkaitan dengan negara kita. Itu akan menjadi perhatian kita," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia mengungkapkan, Rusia tidak akan meningkatkan anggaran untuk perlombaan senjata seperti perilaku NATO.

Kemudian, ada upaya untuk mendorong NATO berperan serta lebih luas secara politik di Timur Tengah dan Afrika. Meksipun, Berlin dan Paris menginginkan NATO memiliki “orang bijaksana” sebagai penasihat untuk mereformasikan organisasi pertahanan tersebut. NATO juga akan menegaskan komitmen untuk saling mendukung satu sama lain, Inggris akan menempatkan enam kapal perang, dua skuadron pesawat tempur, dan ribuan tentara untuk siap menghadapi pertempuran.

Selain menghadapi segala kemungkinan perang dengan Rusia, NATO juga akan fokus menghadapi China untuk pertama kalinya. Mereka sudahmelihat Beijing mengalami pertumbuhan militer yang semakin kuat. NATO juga sudah mempersiapkan pertahanan diri untuk menghadapi segala kemungkinan serangan mulai dari perang hingga mempertahan pertahanan jaringan komputer.

“China semakin dekat dengan kita,” kata Kepala NATO Jens Stoltenberg, dilansir CNN. “Kita melihat mereka (China) di Artik, kita melihat mereka di Afrika, kita melihat mereka berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur Eropa dan juga berinvestasi di ruang siber,” ujar Stoltenber. Namun demikian, tidak berarti NATO berpindah ke Laut China Selatan.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak