alexametrics

Maduro dan Aliansinya Dilarang Terbang di 15 Negara

loading...
Maduro dan Aliansinya Dilarang Terbang di 15 Negara
Para menteri luar negeri menandatangani TIAR di Bogota, Kolombia, 3 Desember. Foto/REUTERS/Luis Jaime Acosta
A+ A-
BOGOTA - Sebanyak 15 negara di benua Amerika sepakat melarang 29 warga Venezuela melakukan perjalanan di wilayah mereka. 29 orang itu termasuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pelarangan ini sebagai bagian dari upaya diplomatik mendesak Maduro mundur dari jabatannya. Perwakilan dari Argentina, Brasil, Amerika Serikat (AS), Kolombia, Cile dan Peru menandatangani Traktat Antar-Amerika untuk Bantuan Timbal Balik (TIAR) yang menjanjikan pertahanan bersama anggota Organisasi Negara-negara Amerika (OAS).

OAS pada September menyetujui identifikasi, sanksi dan ekstradisi pada pejabat tinggi pemerintahan Venezuela yang dituduh terkait aktivitas pencucian uang, perdagangan narkoba dan terorisme.



Daftar orang yang dilarang pada Selasa (3/12) di 15 negara TIAR itu termasuk aliansi Maduro seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Venezuela Jorge Arreaza, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, Wakil Presiden Delcy Rodriguez dan Diosdado Cabello, orang nomor dua di Partai Sosialis.

Cabello mengecam langkah tersebut. "Saya menolak upaya imperialis dan upaya aliansi Amerika Utara itu serta tindakan mereka ikut campur masalah dalam negeri Venezuela. Venezuela menginginkan penghormatan," papar Cabello di Caracas.

"Sebanyak 500 orang terkait Maduro telah menjadi target berbagai sanksi," ungkap Julio Borges yang mengikuti pertemuan sebagai perwakilan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido.

Guaido tahun ini mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Sebagian besar negara Barat mendukung Guaido sebagai kepala negara yang sah dan menolak Maduro.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak