alexametrics

Hasut Kerusuhan, Iran Tuntut AS Lebih dari USD130 Miliar

loading...
Hasut Kerusuhan, Iran Tuntut AS Lebih dari USD130 Miliar
Demonstran Iran berkumpul di sekitar api selama demonstrasi di Ibu Kota Teheran. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) harus memberikan kompensasi kepada warga negara biasa yang hidupnya telah hancur selama aksi protes dengan kekerasan yang didukung secara terbuka oleh Washington.

"Rakyat Iran telah mengajukan lebih dari 360 tuntutan hukum untuk meminta kompensasi dari AS atas kerusakan yang disebabkan oleh meluasnya kerusuhan dan penjarahan selama protes anti-pemerintah, serta untuk kejahatan yang dilakukan oleh AS terhadap bangsa kita," kata juru bicara pengadilan, Gholam Hossein Esmaeili, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (4/12/2019).

Esmaeili menuduh Washington menghasut dan mendukung kerusuhan, menekankan bahwa tindakan Amerika secara langsung melukai warga negara Iran.



"Pengadilan telah memutuskan AS harus membayar ganti rugi lebih dari USD130 miliar," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah Iran sekarang harus bekerja untuk memaksa Washington membayar.

Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, sebelumnya mengatakan bahwa antara 130 ribu dan 200 ribu orang berpartisipasi dalam kerusuhan di seluruh negeri, di mana 731 bank, 70 pompa bensin dan lebih dari 300 kendaraan pribadi dirusak atau dibakar. Sejumlah pengunjuk rasa dan personel keamanan tewas dalam bentrokan.

Protes awalnya dipicu oleh keputusan pemerintah untuk menjatah bahan bakar dan memperkenalkan kenaikan harga bahan bakar dalam upaya untuk membantu orang miskin di tengah meningkatnya sanksi AS pada sektor energi Iran. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara terbuka mendukung para pengunjuk rasa.

"Kami mendukung Anda dan kami akan terus mendukung Anda dalam perjuangan Anda untuk masa depan yang lebih cerah bagi rakyat Anda dan bangsa Anda yang hebat," ucap Pompeo.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak