alexametrics

Perang Kartel Narkoba vs Polisi Meksiko, Korban Tewas Jadi 21 Orang

loading...
Perang Kartel Narkoba vs Polisi Meksiko, Korban Tewas Jadi 21 Orang
Kantor pemerinta kota Villa Union di Meksiko dipenuhi bekas tembakan setelah perang singkat antara kartel narkoba dan pasukan polisi. Foto/breakingnews.koeln
A+ A-
MEXICO CITY - Korban tewas dalam baku tembak antara pasukan polisi Meksiko dengan kartel narkoba di dekat perbatasan Amerika Serikat (AS) bertambah menjadi 21 orang. Perang singkat sekitar satu jam pada hari Sabtu waktu setempat itu sebelumnya menewaskan belasan orang.

Empat petugas polisi termasuk di antara orang yang tewas dalam baku tembak. Kontak tembak ini pecah beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kartel narkoba Meksiko sebagai organisasi teroris asing atau FTO.

Baku tembak terjadi sekitar tengah hari di kota Villa Union, di negara bagian Coahuila. Kota itu bisa ditempuh satu jam perjalanan dari Eagle Pass, Texas. (Baca: Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Kartel, Belasan Tewas)



Gubernur Coahuila, Miguel Angel Riquelme mengatakan kepada media setempat mengonfirmasi bahwa empat orang ikut menjadi korban tewas dalam konfrontasi berdarah akhir pekan lalu. Beberapa pekerja kota dilaporkan hilang.

Pada hari Minggu, pemerintah negara bagian Coahuila mengatakan bahwa pasukan keamanan membunuh tujuh anggota geng narkoba, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 21 orang.

Kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan anggota kartel narkoba awalnya menyerbu kota berpenduduk 3.000 jiwa dengan konvoi truk. Mereka menyerang kantor pemerintah setempat dan mendorong pasukan negara bagian dan federal untuk turun tangan. Sepuluh orang yang diduga anggota Cartel of the Northeast atau Cartel del Noreste tewas di awal-awal baku tembak.

Riquelme mengatakan kepada wartawan bahwa negara telah bertindak dengan tegas untuk merebut kembali kota itu. Dalam video yang diunggah di media sosial, beberapa kendaraan terbakar dan bagian depan kantor pemerintah kota Villa Union dipenuhi dengan peluru.

Riquelme, seperti dikutip Reuters pada Senin (2/12/2019), mengatakan kepada wartawan bahwa polisi telah mengidentifikasi 14 kendaraan yang terlibat dalam serangan itu dan menyita lebih dari selusin senjata. Tiga tersangka pria bersenjata dibunuh oleh pasukan keamanan dalam pengejaran awal anggota geng narkoba saat mereka melarikan diri ke medan yang terjal.

Setelah serangan itu, gubernur mengatakan bahwa pasukan keamanan akan tetap di kota itu selama beberapa hari untuk mengembalikan rasa tenang. Kota ini berjarak sekitar 12 mil dari lokasi pembantaian kartel narkoba tahun 2011 di mana para pejabat mengatakan 70 orang tewas.

"Kelompok-kelompok ini tidak akan diizinkan memasuki wilayah negara bagian," kata pemerintah Coahuila dalam sebuah pernyataan.

Pada awal November, Meksiko menjadi berita utama internasional ketika penyergapan oleh kartel narkoba menewaskan sembilan warga Amerika Serikat. Pembantaian itu memicu kemarahan pemerintah Trump yang menawarkan bantuan untuk memerangi kartel narkoba.

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengatakan dia tidak akan menerima intervensi asing di Meksiko untuk berurusan dengan geng kriminal yang kejam.

Riquelme pada hari Sabtu membuat komentar serupa dengan Lopez Obrador tentang bagaimana Meksiko seharusnya menangani masalah tersebut.

"Saya tidak berpikir bahwa Meksiko perlu intervensi. Saya pikir Meksiko membutuhkan kolaborasi dan kerja sama," katanya kepada wartawan. "Kami yakin bahwa negara memiliki kekuatan untuk mengatasi para penjahat."

Menurut laporan Reuters, Jaksa Agung AS William Barr dijadwalkan mengunjungi Meksiko pekan ini untuk membahas kerja sama keamanan.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak