China Tembakkan Rudal Antarbenua ke Pasifik, Sekutu AS Ketir-ketir
Jum'at, 27 September 2024 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
"Itu sejalan dengan hukum internasional dan praktik internasional dan tidak ditujukan terhadap negara atau target mana pun," katanya.
Pentagon mengatakan Amerika Serikat menerima beberapa pemberitahuan lanjutan tentang uji coba ICBM China tersebut, menggambarkannya sebagai "langkah ke arah yang benar" yang membantu mencegah "salah persepsi atau salah perhitungan".
Namun Jepang, salah satu sekutu AS, mengaku tidak diberi pemberitahuan sebelumnya dari pihak China, dengan juru bicara pemerintah menambahkan bahwa eskalasi militer Beijing merupakan "kekhawatiran serius".
Sekutu AS lainnya, Australia, mengatakan pihaknya tengah mencari penjelasan atas peluncuran ICBM China.
"[Australia] prihatin dengan tindakan apa pun yang dapat mengganggu stabilitas dan meningkatkan risiko salah perhitungan di kawasan tersebut," kata pemerintah Australia.
Selandia Baru juga mengatakan peluncuran rudal tersebut, yang mendarat di Pasifik Selatan, merupakan "perkembangan yang tidak diharapkan dan mengkhawatirkan".
Seorang juru bicara Menteri Luar Negeri Selandia Baru mengatakan pihaknya berjanji akan berkonsultasi lebih lanjut dengan sekutu-sekutu Pasifik saat rinciannya menjadi jelas.
Beijing pertama kali menguji coba ICBM ke Pasifik Selatan pada 1980-an.
Namun sejak saat itu, Panda mengatakan kepada AFP, pihaknya biasanya melakukan uji coba semacam itu di wilayah udaranya sendiri.
Amerika Serikat dan China mengadakan pembicaraan langka tentang pengendalian senjata nuklir pada November, sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketidakpercayaan menjelang pertemuan puncak antara kedua pemimpin; Joe Biden dan Xi Jinping.
Namun pada Juli, Beijing mengatakan telah menangguhkan negosiasi dengan Amerika Serikat tentang nonproliferasi nuklir dan pengendalian senjata sebagai tanggapan atas penjualan senjata Washington ke Taiwan.
Pentagon mengatakan Amerika Serikat menerima beberapa pemberitahuan lanjutan tentang uji coba ICBM China tersebut, menggambarkannya sebagai "langkah ke arah yang benar" yang membantu mencegah "salah persepsi atau salah perhitungan".
Namun Jepang, salah satu sekutu AS, mengaku tidak diberi pemberitahuan sebelumnya dari pihak China, dengan juru bicara pemerintah menambahkan bahwa eskalasi militer Beijing merupakan "kekhawatiran serius".
Sekutu AS lainnya, Australia, mengatakan pihaknya tengah mencari penjelasan atas peluncuran ICBM China.
"[Australia] prihatin dengan tindakan apa pun yang dapat mengganggu stabilitas dan meningkatkan risiko salah perhitungan di kawasan tersebut," kata pemerintah Australia.
Selandia Baru juga mengatakan peluncuran rudal tersebut, yang mendarat di Pasifik Selatan, merupakan "perkembangan yang tidak diharapkan dan mengkhawatirkan".
Seorang juru bicara Menteri Luar Negeri Selandia Baru mengatakan pihaknya berjanji akan berkonsultasi lebih lanjut dengan sekutu-sekutu Pasifik saat rinciannya menjadi jelas.
Beijing pertama kali menguji coba ICBM ke Pasifik Selatan pada 1980-an.
Namun sejak saat itu, Panda mengatakan kepada AFP, pihaknya biasanya melakukan uji coba semacam itu di wilayah udaranya sendiri.
Amerika Serikat dan China mengadakan pembicaraan langka tentang pengendalian senjata nuklir pada November, sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketidakpercayaan menjelang pertemuan puncak antara kedua pemimpin; Joe Biden dan Xi Jinping.
Namun pada Juli, Beijing mengatakan telah menangguhkan negosiasi dengan Amerika Serikat tentang nonproliferasi nuklir dan pengendalian senjata sebagai tanggapan atas penjualan senjata Washington ke Taiwan.
Lihat Juga :