alexametrics

Pompeo: Dokumen Rahasia Konfirmasi China Langgar HAM di Xinjiang

loading...
Pompeo: Dokumen Rahasia Konfirmasi China Langgar HAM di Xinjiang
Menlu AS Mike Pompeo sedang menggelar konferensi pers di Brussels, 20 November. Foto/REUTERS/Francois Lenoir
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menegaskan, bocoran dokumen baru-baru ini mengonfirmasi China melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Muslim Uighur dan kelompok minoritas lainnya di tahanan massal.

Grup jurnalis internasional merilis dokumen rahasia milik pemerintah China pada Minggu (24/11) yang menggambarkan represi di dalam kamp kerja paksa di wilayah Xinjiang.

"Berbagai laporan itu konsisten dengan banyaknya bukti bahwa Partai Komunis China melakukan pelanggaran HAM dan pelecehan terhadap individu di tahanan massal," ungkap Pompeo yang mendesak China membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang.



Dia menyatakan informasi dalam dokumen itu mengonfirmasi terjadinya pelanggaran HAM yang sangat besar di sana. "Ini menunjukkan bahwa itu tidak acak, itu disengaja dan itu masih berlangsung," papar Pompeo, dilansir Reuters.

Publikasi dokumen rahasia oleh Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif (ICIJ) itu setelah laporan New York Times pada 16 November berdasarkan dokumen rahasia yang mengungkap rincian tindakan China terhadap etnik Uighur dan Muslim lain di kawasan itu.

Para pakar dan aktivis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sekitar 1 juta Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya telah ditahan di sejumlah kamp di Xinjiang.

ICIJ menyatakan memperoleh daftar panduan 2017 yang secara efektif menjadi manual untuk operasional kamp. Dokumen itu memerintahkan bagaimana mencegah pelarikan, menjaga kerahasiaan tentang keberadaan kamp, indoktrinasi tahanan dan kapan membiarkan tahanan bertemu keluarga atau bahkan menggunakan toilet.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak