alexametrics

Dikepung Polisi Dua Hari, Demonstran Hong Kong Cari Rute Pelarian

loading...
Dikepung Polisi Dua Hari, Demonstran Hong Kong Cari Rute Pelarian
Seorang demonstran ditahan setelah dia mencoba keluar dari Universitas Politeknik Hong Kong di Hong Kong, 19 November. Foto/REUTERS/Adnan Abidi
A+ A-
HONG KONG - Demonstran yang berlindung di dalam kampus universitas Hong Kong mencari rute pelarian setelah lebih dari dua hari bentrok dengan kepolisian. Berbagai aksi dramatis dilakukan para demonstran menggunakan tali dan sepeda motor untuk menyelamatkan diri.

Lebih dari 1.000 orang demonstran ditahan hanya dalam 24 jam. Sebanyak 100 demonstran terjebak di Universitas Politeknik sehari setelah para mahasiswa mencoba beberapa kali untuk melarikan diri. Mereka yang sudah kelelahan dan ketakutan pun dipukuli oleh aparat kepolisian yang terus menembakkan peluru karet, meriam air dan gas air mata.

"Sebanyak 235 orang dibawa ke ruma hsakit pada Selasa (19/11)," ungkap pernyataan Otoritas Rumah Sakit Hong Kong, dilansir Reuters.



Beberapa demonstran mengaku kelelahan karena terus dikepung personil kepolisian. "Saya hanya ingin pergi. Saya merasa sangat lelah. Saya tidak melemparkan molotov. Saya di sini untuk mendukung protes," ungkap Thomas, 20, mahasiswa dari universitas lain yang berada di kampus Politeknik sejak pengepungan terjadi.

Dia kemudian berjalan pelan, dengan sekitar 10 orang lainnya, menuju polisi yang menggeledah dan menahan dia. Dia menulis nomor pengacara di tangan kanannya.

Pada dini hari, beberapa orang mencoba lari melalui gerbang utama. Sebagian besar terpaksa berlari kembali ke dalam kampus saat polisi meneriaki mereka dan menyorotkan senter ke arah para demonstran.

Kepolisian telah menahan sekitar 1.100 orang dalam 24 jam terakhir dengan berbagai dakwaan termasuk kerusuha ndan memiliki senjata. Sejak unjuk rasa Juni lalu, lebih dari 5.000 orang telah ditahan.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berharap pengepungan itu dapat selesai dan dia minta polisi menangani para demonstran dengan manusiawi.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak