alexametrics

Pemberontak Houthi Yaman Rebut Kapal Arab Saudi

loading...
Pemberontak Houthi Yaman Rebut Kapal Arab Saudi
Juru bicara militer Arab Saudi, Kolonel Turki al-Malki. Foto/REUTERS
A+ A-
RIYADH - Sebuah kapal tunda Arab Saudi direbut kelompok pemberontak Houthi Yaman pada hari Minggu. Ada dua kapal lainnya yang direbut kelompok tersebut.

Saudi Press Agency (SPA), kantor berita yang dikelola pemerintah Arab Saudi, telah mengonfirmasi penyitaan kapal tersebut.

"Kapal itu sedang menarik rig pengeboran di selatan Laut Merah ketika tunduk di bawah pembajakan dan perampokan bersenjata oleh dua kapal," kata juru bicara militer Saudi, Kolonel Turki al-Malki, dalam konferensi pers, yang dikutip dari SPA, Selasa (19/11/2019).



Dia tidak mengungkap berapa banyak anggota kru yang berada di atas kapal.

Menurut kantor berita Al-Masirah yang dikelola Houthi, kapal Arab Saudi berada di antara tiga kapal yang disita dalam jarak 3 mil (4,8 km) dari pulau Uqban dan dibawa ke pelabuhan Salif di Yaman barat. Al-Masirah tidak melaporkan asal dua kapal lainnya.

Dua warga Korea Selatan termasuk di antara kru kapal yang ditangkap pemberontak Houthi Yaman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Kim In-chul, mengonfirmasi hal itu.

"Warga negara Korea Selatan yang berada di kapal itu aman dan sehat dan keluarga mereka telah diberitahu," kata Kim, seperti dikutip CNN.

Laut Merah adalah rute pengiriman minyak utama, yang berbatasan dengan Mesir, Sudan, Eritrea, dan Djibouti di wilayah barat, serta dengan Arab Saudi dan Yaman di wilayah timur.

Serangkaian serangan terhadap kapal tanker minyak dan fasilitas produksi minyak di kawasan itu telah meningkatkan ketegangan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk serangan pesawat tak berawak dan rudal jelajah terhadap fasilitas pemrosesan minyak Abqaiq, Arab Saudi, pada 14 September lalu.

Pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi penyelidik Arab Saudi dan Amerika Serikat mengklaim ada probabilitas sangat tinggi bahwa serangan itu diluncurkan dari pangkalan di Iran.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak