alexametrics

Viral, Paru-Paru Hitam Milik Pria China yang Merokok 30 Tahun

loading...
Viral, Paru-Paru Hitam Milik Pria China yang Merokok 30 Tahun
Paru-paru pasien mati otak di China berwarna hitam. Pasien 52 tahun ini sudah merokok selama 30 tahun. Foto/AsiaWire/Mirror
A+ A-
BEIJING - Rekaman video pengangkatan paru-paru milik pria China yang telah merokok selama 30 tahun menunjukkan organ pernapasan itu menghitam. Video itu viral dan telah ditonton lebih dari 25 juta kali.

Pria yang diangkat paru-parunya itu adalah pasien berusia 52 tahun yang telah mengalami matik otak. Sebelumnya, pasien menyampaikan permintaan untuk mendonorkan organ-organ tubuhnya.

Alih-alih berwarna merah muda yang sehat, paru-paru pasien itu justru menghitam akibat akumulasi residu tembakau selama puluhan tahun.



Para pengguna media sosial berpendapat video itu pantas menjadi iklan antirokok terbaik. Video tersebut Dokter Chen Jingyu dan tim transplantasinya memeriksa paru-paru di Rumah Sakit Rakyat Wuxi di Jiangsu, China.

Dokter Chen, yang merupakan ahli bedah transplantasi paru-paru terkemuka dan juga wakil presiden rumah sakit, mengatakan pendonor itu dinyatakan mati otak dan organ-organnya disumbangkan.

Namun, petugas medis dengan cepat menyadari setelah memanen organ tersebut bahwa mereka tidak akan dapat memberikan paru-paru itu kepada pasien yang membutuhkan dalam daftar tunggu. Paru-paru itu mengalami pembengkakan dan emfisema, yang semuanya dianggap hasil dari merokok selama beberapa dekade.

Menggunakan tanda pagar "#jieyan"—bahasa Mandarin yang bermakan "berhenti merokok"—Dokter Chen menulis; "Banyak perokok di negara ini memiliki paru-paru yang terlihat seperti ini."

“Tim kami memutuskan untuk menolak paru-paru ini untuk transplantasi. Jika Anda seorang perokok berat, paru-paru Anda mungkin tidak akan diterima bahkan jika Anda memilih untuk menyumbangkannya setelah kematian," tulis dia, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (19/11/2019).

"Lihatlah paru-paru ini, apakah Andau masih memiliki keberanian untuk merokok?," lanjut dokter tersebut.

Dokter Chen kemudian mengatakan kepada media lokal; "Pasien tidak menjalani CT scan sebelum kematiannya. Dia dinyatakan mati otak, dan paru-parunya disumbangkan segera setelah itu."

“Tes indeks oksigenasi awal baik-baik saja, tetapi ketika kami mengambil organ, kami menyadari bahwa kami tidak akan dapat menggunakannya," ujarnya.

"Kami orang China suka merokok. Tidak praktis untuk mengatakan bahwa kita tidak akan menerima paru-paru semua perokok, tetapi ada standar yang ketat," paparnya.

“Ini termasuk paru-paru di bawah 60 tahun pada pasien yang baru saja dinyatakan meninggal secara medis; infeksi ringan di paru-paru dan rontgen dada yang relatif bersih juga dapat diterima," sambung dia.

"Jika kondisi di atas terpenuhi, kami akan mempertimbangkan transplantasi paru-paru," papar dokter Chen.

Menurut sebuah studi tahun 2018 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, 26,6 persen populasi negara di atas usia 15 tahun adalah perokok.

Pada 2017, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa penggunaan tembakau di seluruh dunia menyebabkan 7 juta kematian per tahun.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak