alexametrics

Rusia Bersiap Bangun Pabrik Senapan Legendaris Kalashnikov di Saudi

loading...
Rusia Bersiap Bangun Pabrik Senapan Legendaris Kalashnikov di Saudi
Pemimpin Rostec, Sergei Chemezov mengatakan pembicaraan tentang membangun pabrik untuk memproduksi senapan Kalashnikov di Arab Saudi berada pada tahap akhir. Foto/Reuters
A+ A-
DUBAI - Pemimpin Rostec, Sergei Chemezov mengatakan, pembicaraan tentang membangun pabrik untuk memproduksi senapan Kalashnikov di Arab Saudi berada pada tahap akhir. Dia mengatakan, kedua pihak kini membahas rincian proyek ini.

"Sekarang kami membahas rincian proyek ini. Pembicaraan tentang membangun pabrik pada pembuatan senapan Kalashnikov di Saudi sekarang berada pada tahap akhir," kata Chemezov, seperti dilansir Tass pada Senin (18/11/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis Militer, Dmitry Shugayev mengatakan, Rusia sedang dalam pembicaraan dengan Saudi mengenai produksi berlisensi senapan serbu AK-103. Menurutnya, beberapa negara Timur Tengah telah mengajukan permohonan pengiriman senapan AK-12 dan AK-15 canggih.



Sebelumnya, Rusia dan Saudi juga sedang mendiskusikan persyaratan untuk pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 Moskow ke Kerajaan. Moskow dan Riyadh telah menandatangani kontrak pembelian senjata pertahanan canggih itu pada tahun 2017, namun pengiriman belum terealisasi.

"Sebuah kontrak ditandatangani dengan Arab Saudi untuk memasok sistem pertahanan udara S-400 Triumph pada 2017. Kami saat ini sedang mendiskusikan persyaratan yang memuaskan kedua belah pihak dengan mitra kami untuk mulai menerapkan kontrak ini," bunyi pernyataan Layanan Pers Kerja Sama Militer-Teknis Rusia.

Pernyataan itu juga menyatakan ada kemungkinan membuat sistem pertahanan udara nasional untuk Saudi menggunakan sistem Rusia lainnya. "Kami sedang mendiskusikan dengan Arab Saudi rencana awal untuk kemungkinan pengembangan sistem pertahanan udara nasional menggunakan sistem Rusia," imbuh pernyataan tersebut.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak