alexametrics

AS: Iran di Balik Aksi Keras Irak Terhadap Demonstran

loading...
AS: Iran di Balik Aksi Keras Irak Terhadap Demonstran
Gedung Putih mengatakan pihaknya tahu bahwa Jenderal Iran Qassem Soleimani berada di belakang aksi keras pemerintah Irak terhadap demonstran. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Amerika Serikat (AS) akan menjatuhkan sanksi jika para pejabat Irak ditemukan terlibat dalam tindakan keras terhadap demonstran. Washington, ucap pejabat itu, tahu bahwa Jenderal Iran Qassem Soleimani berada di belakang aksi keras pemerintah Irak terhadap demonstran.

"Situasi di Irak sangat buruk. Sangat menyedihkan melihat begitu banyak anak muda ditembak mati," ucapnya. Menurutnya, AS tidak ingin memberi kesan bahwa Amerika Serikat melakukan intervensi di Irak karena beberapa akan menggunakan ini dan menggunakannya sebagai bukti intervensi Barat;

Dia lalu menyebut, Washington tahu bahwa Iran berada di belakang upaya untuk menekan revolusi. "Intervensi Iran di Irak jelas dan kami tahu bahwa Qassem Soleimani pergi ke Baghdad dan mengatakan kepada pemerintah bagaimana cara menghancurkan demonstran. Iran memiliki mekanisme yang cukup mapan untuk melakukan itu. Dan, Anda tahu, kami memiliki sumber terbuka melaporkan penembak jitu menembak demonstran," ucapnya.



“Kami benar-benar tertarik pada cerita tentang tim sepak bola nasional Irak yang mengalahkan orang-orang Iran dan para pemain sepak bola yang mengenakan topeng dalam solidaritas dengan para pengunjuk rasa. Dan, itu adalah hal yang simbolis. Tetapi saya pikir, itu bisa benar-benar memusatkan perhatian internasional. Dan, saya pikir itulah yang ingin kita lakukan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (18/11/2019).

Dia mengatakan, mereka membahas demonstrasi di Irak serta situasi di Lebanon dan Suriah pada pertemuan aliansi strategis di Timur Tengah, yang dikenal sebagai Mesa, yang mencakup negara-negara GCC bersama dengan Mesir dan Yordania. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mencari tanggapan internasional terpadu tentang Irak.

“Kami menghargai peran misi PBB di Irak. Dan, saya pikir memperluas mandat mereka dan meminta mereka mendukung pemilihan baru dan merevisi undang-undang pemilihan Irak sehingga mekanisme pemerintahan lebih efektif dan responsif adalah alat lain yang baik yang bukan hanya AS. Tapi, kami ingin menemukan cara lain untuk mendukung para demonstran dan saya pikir mereka memberikan bantuan medis Amerika kepada para demonstran," ucapnya.

"Kami melihat reaksi dari rakyat Irak dan para demonstran, yang memusuhi Iran, dan akan sulit untuk menangkap mereka hanya dengan kampanye kekerasan dan penangkapan. Ini akan dikutuk di Dewan Keamanan dan oleh dunia internasional Jika ada kampanye untuk menekan demonstrasi, saya pikir ini akan menyatukan komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi cepat terhadap Iran. Ini mungkin cara terbaik untuk membalikkan pengaruh Iran di Irak," kata pejabat itu.

Dia lalu menegaskan bahwa Washington tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Irak, termasuk menghalangi masuknya mereka ke AS dan membekukan aset mereka. Pejabat itu mengatakan, AS telah melakukan hal ini di masa lalu, terhadap salah satu sekutu mereka di NATO.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak