alexametrics

Menhan Irak: Pihak Ketiga yang Tembaki Demonstran

loading...
Menhan Irak: Pihak Ketiga yang Tembaki Demonstran
Menteri Pertahanan Irak, Najah al-Shammari mengatakan, pihak ketiga berada di belakang penembakan terhadap demonstran Irak. Foto/Reuters
A+ A-
BAGHDAD - Menteri Pertahanan Irak, Najah al-Shammari mengatakan, "pihak ketiga" berada di belakang penembakan terhadap demonstran Irak. Dia menyebut, selongsong gas air mata, yang menewaskan para pengunjuk rasa bukan jenis yang diimpor oleh Baghdad.

Shammari mengatakan, bahwa jarak tembak gas air mata yang digunakan oleh pasukan keamanan Irak adalah antara 75 dan 100 meter, dan mereka adalah tipe konvensional yang digunakan oleh semua negara di dunia untuk membubarkan demonstran.

Namun, katanya, yang aneh adalah bahwa beberapa pengunjuk rasa tewas oleh gas air mata yang ditembakkan dari jarak 300 meter langsung ke orang-orang.



"Masing-masing dari mereka memiliki berat tiga kali lebih berat daripada tabung asap yang digunakan secara konvensional. Tabung yang ditemukan oleh ahli forensik di mayat dan kepala pengunjuk rasa telah diimpor ke negara itu tanpa sepengetahuan pejabat Irak," ucapnya, seperti dilansir PressTV pada Jumat (15/11/2019).

Dia menekankan, bahwa senjata-senjata ini tidak pernah diimpor oleh pemerintah dan pejabat Irak dan menambahkan bahwa tidak jelas dan tidak jelas bagaimana mereka diimpor ke negara Arab.

Komentarnya muncul setelah Amnesty International menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan jenis gas air mata yang mematikan terhadap demonstran sipil.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak