alexametrics

Hakim Kamboja Tutup Investigasi pada Pemimpin Oposisi Kem Sokha

loading...
Hakim Kamboja Tutup Investigasi pada Pemimpin Oposisi Kem Sokha
Ketua CNRP Kem Sokha betemu Duta Besar Jerman untuk Kamboja Christian Berger di kediamannya di Phnom Penh, Kamboja, 12 November. Foto/REUTERS/Samrang Pring
A+ A-
PHNOM PENH - Hakim Kamboja menutup investigasi dakwaan pengkhianatan terhadap pemimpin oposisi Kem Sokha. Itu artinya, Kem Sokha dapat dibawa ke pengadilan atau dakwaannya dicabut.

Dengan Uni Eropa (UE) mengancam mencabut berbagai benefit perdagangan, Kamboja mendapat tekanan untuk memperbaiki catatan hak asasi manusia (HAM). Kem Sokha dibebaskan dari tahanan rumah pada akhir pekan lalu dan Presiden Kamboja Hun Sen memerintahkan pembebasan lebih dari 70 aktivis oposisi pada Kamis (14/11).

Surat dari hakim investigasi Ky Rithy untuk pengacara Kem Sokha menyatakan, "Kami memutuskan menutup investigasi mulai saat ini."



"Langkah selanjutnya adalah kejaksaan mencabut berbagai dakwaan atau membawa kasus itu ke pengadilan. Kami ingin semua dakwaan dicabut," ungkap putri Kem Sokha, Monovithya Kem di Twitter.

Juru bicara pengadilan menjelaskan dia tidak tahu keputusan untuk menutup investigasi itu sehingga tidak bisa berkomentar.

Kem Sokha ditahan pada 2017 dan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang dia dirikan dilarang mengikuti pemilu tahun lalu. Pemilu itu dimenangkan partai berkuasa dan dikecam hasilnya oleh negara-negara Barat.

Kem Sokha menganggap dakwaan terhadapnya tidak masuk akal. UE memberi waktu pada pemerintah Kamboja untuk merespon laporan awal tentang penghentian benefit perdagangan terkait tekanan pada oposisi, kelompok non-pemerintah dan media.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak