alexametrics

Sebelum Tembaki 5 Teman, Siswa California Tulis Pesan Horor di Medsos

loading...
Sebelum Tembaki 5 Teman, Siswa California Tulis Pesan Horor di Medsos
Nathan Berhow, 16, siswa yang tembaki teman-temannya di Saugus High School, California, AS. Foto/New York Post
A+ A-
LOS ANGELES - Seorang siswa berusia 16 tahun sedang dirawat di rumah sakit setelah melepaskan tembakan di Saugus High School, sebuah sekolah menengah di Los Ageles, California, Amerika Serikat (AS) hari Kamis. Sebelum beraksi yang menewaskan dua pelajar, siswa tersebut telah menulis pesan menakutkan di media sosial (medsos).

Nathan Berhow, 16, mengumbar tembakan di sekolahnya tepat di hari ulang tahunnya yang ke-16. Rentetan tembakannya telah menewaskan pelajar perempuan berusia 16 tahun dan seorang pelajar laki-laki berusia 14 tahun. Dia beraksi dengan pistol dalam waktu 16 detik di Saugus High School di kota Santa Clarita.

Pistol yang digunakan adalah pistol semi otomatis kaliber 0,45. Setelah beraksi dia menembak dirinya sendiri dan sekarang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.



Kapten Sheriff Los Angeles County, Kent Wegener, mengungkapkan bahwa Berhow telah meninggalkan pesan di akun Instagram. "Saugus bersenang-senang di sekolah besok," bunyi pesan yang ditulis Berhow. Pesan itu ternyata isyarat tentang aksi penembakannya.

Wegener mengatakan pesan di medsos itu bisa memiliki beberapa arti karena petugas telah memperoleh surat perintah penggeledahan untuk menggerebek rumahnya untuk memperoleh banyak bukti.

Berhow adalah siswa blasteran Jepang-Amerika yang keluarganya tinggal di Valencia, California, sekitar 3,2 km dari sekolah. Dia adalah pelajar kelas dua di Saugus.

Rekaman kamera pengintai menunjukkan remaja itu menarik pistol dari tas ransel, sebelum akhirya menembaki teman-teman sekelasnya dan kemudian menembak kepalanya sendiri.

Ibu Berhow, Mami Matasuura, mengatakan bahwa dia sedang mendoakan putranya. "Saya bahkan tidak tahu harus berbuat apa sekarang, saya hanya berdoa untuk nyawa putra saya," katanya seperti dikutip AP, Jumat (15/11/2019).

Para siswa berbicara tentang teror dan keterkejutan mereka setelah penembakan itu. Mereka menggambarkan Berhow sebagai sosok siswa "tidak ramah".

Seorang teman masa kecil yang hanya mengidentifikasi dia dengan nama depan Ryan kepada KTLA, mengatakan dia sosok pendiam dan tertutup dan telah kehilangan ayahnya.

Ayah remaja itu meninggal sekitar setahun yang lalu dan muncul spekulasi bahwa kematian ayahnya memicu aksi penembakan tersebut.

"Kami bermain di halaman belakang...selama bertahun-tahun kami berhenti berbicara, ada pemutusan (di antara kami)," kata salah seorang teman tersangka.

“Dia melakukan hal-hal sendiri. Ini mengejutkan bagi kita semua. Ayahnya meninggal setahun lalu," ujarnya. "Ayahnya dulu membuat peluru, jadi saya menganggap dia punya peluru dan hal-hal seperti itu."

Menurut Wegener, pistol semiotomatis kaliber 0,45 ditemukan di tempat kejadian tanpa ada peluru yang tersisa.

"Para detektif telah meninjau video yang dengan jelas memperlihatkan tersangka menarik pistol dan melukai lima orang dan menembak kepalanya sendiri," katanya.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak