alexametrics

Migran Venezuela Butuh Rp19 Triliun untuk Layanan Dasar pada 2020

loading...
Migran Venezuela Butuh Rp19 Triliun untuk Layanan Dasar pada 2020
Perwakilan Khusus Gabungan UNHCR dan IOM untuk pengungsi dan migran Venezuela, Eduardo Stein berbicara di Kolombia. Foto/REUTERS/Luisa Gonzalez
A+ A-
BOGOTA - Dana USD1,35 miliar (Rp19 triliun) diperlukan untuk menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, nutrisi dan kebutuhan lain pada migran Venezuela serta membantu negara-negara yang menampung mereka pada 2020.

Permintaan untuk menambah donasi dari negara-negara di dunia telah diajukan untuk membantu 4,6 juta warga Venezuela yang mengungsi dari negaranya yang mengalami krisis pangan dan obat-obatan dalam beberapa tahun terakhir.

Komisioner Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan mereka akan mulai koordinasi dan upaya penggalangan dana untuk tahun depan bagi berbagai proyek yang ditujukan untuk para migran dan 17 negara yang menampung mereka.



Perwakilan Khusus Gabungan UNHCR dan IOM untuk pengungsi dan migran Venezuela, Eduardo Stein menyatakan para donor dari Eropa tampaknya melihat Venezuela terlalu jauh dibandingkan Suriah.

"Krisis Suriah jauh lebih mendesak bagi Eropa, ini jauh lebih dekat dibandingkan krisis Venezuela bagi mereka," papar Stein, dilansir Reuters.

Bantuan yang diperlukan terus meningkat, tidak hanya karena terjadi penambahan jumlah migran tapi kondisi di Venezuela semakin memburuk. Stein menegaskan kontribusi internasional perlu ditingkatkan dua kali lipat.

Kolombia menjadi negara yang paling banyak menampung pengungsi Venezuela. Saat ini Kolombia menampung lebih dari 1,4 juta warga Venezuela yang sebagian besar hanya membawa sedikit uang dan putus asa mendapatkan layanan dasar.

Jumlah migran Venezuela di Kolombia diperkirakan mencapai 2,4 juta orang pada tahun depan seiring jumlah migran Venezuela yang mencapai total 6,5 juta pada akhir 2020.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak