alexametrics

AS Tak Berniat Akhiri Aliansi dengan Pejuang Kurdi Suriah

loading...
AS Tak Berniat Akhiri Aliansi dengan Pejuang Kurdi Suriah
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan di Osaka, Jepang, 29 Juni. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tak berniat mengakhiri aliansi dengan milisi Kurdi Suriah SDF. Sikap AS itu sangat bertentangan dengan keinginan Turki agar Washington berhenti mendukung para pejuang Kurdi yang dianggap Ankara sebagai kelompok teroris.

"Tak ada niat bahwa kerja sama itu akan berakhir," papar seorang pejabat senior pemerintahan AS menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Hubungan antara Trump dan Erdogan mengalami masa pasang surut. Pada saat pembukaan gedung Trump Towers di Istanbul pada 2012, Trump memuji Erdogan dengan mengatakan bahwa pemimpin mereka, perdana menteri (PM) saat itu sangat dihormati di penjuru dunia. "Dia pria baik. Dia mewakili Anda sangat baik," kata Trump saat itu.



Sejak menjadi presiden AS, Trump secara terbuka memuji Erdogan dan gaya kepemimpinanya. Trump menyebut Erdogan sebagai teman dan pemimpin hebat.

Keduanya akan bertemu pada Rabu (14/11) di Gedung Putih. "Kedua pemimpin saling memuji sebagai presiden yang kuat," papar Soner Cagaptay, direktur Program Riset Turki di The Washington Institute untuk Kebijakan Timur Dekat.

"Erdogan-Trump sebagai bagian dari hubungan AS-Turki benar-benar satu-satunya komponen yang masih bekerja saat ini. Kepercayaan antara lembaga pemerintah di kedua negara telah terkikis dan ada kemarahan terhadap AS di Turki dan sebaliknya," ujar Cagaptay.

AS dan Turki mengalami krisis baru bulan lalu terkait Suriah setelah Erdogan menggelar operasi militer terhadap Kurdi yang merupakan aliansi Washington. AS juga memprotes langkah Turki membeli pertahanan rudal asal Rusia, S-400. AS kemudian menghentikan partisipasi Turki dalam program jet tempur F-35.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak