alexametrics

Demonstran Tewas Saat Protes Menyapu Lebanon Usai Pidato Aoun

loading...
Demonstran Tewas Saat Protes Menyapu Lebanon Usai Pidato Aoun
Demonstran meneriakkan slogan-slogan di Beirut, Lebanon, 12 November. Foto/REUTERS/Andres Martinez Casares
A+ A-
BEIRUT - Presiden Michel Aoun menyatakan Lebanon menghadapi bencana jika para demonstran tidak pulang ke rumah. Pernyataan itu memicu gelombang baru unjuk rasa hingga seorang demonstran tewas ditembak setelah bentrok dengan tentara di dekat Beirut.

Penembakan di Khaldeh, selatan Beirut itu yang pertama kali terjadi dalam hampir empat pekan protes mengecam elit politik Lebanon. Kejadian ini semakin meningkatkan ketegangan di negara yang telah mengalami krisis politik dan ekonomi itu.

Pria yang tewas itu adalah anggota partai politik yang dipimpin tokoh Druze, Walid Jumblatt, lawan perang sipil Aoun. Jumblatt meminta para pendukungnya tetap tenang saat mengunjungi rumah sakit tempat pria itu dibawa.



"Tentara melepas tembakan untuk membubarkan demonstran yang memblokir jalan di Khaldeh, melukai satu orang. Tentara itu telah ditahan dan insiden itu dalam investigasi," ungkap pernyataan militer Lebanon.

Ketegangan meningkat di Beirut sejak dini hari. Di distrik Cola dekat Beirut, puluhan pria melemparkan batu ke arah para tentara dan tank.

Setelah mengalami krisis ekonomi terburuk sejak perang sipil 1975-1990, Lebanon kembali mengalami kekacauan sejak unjuk rasa 17 Oktober.

Saat pidato di televisi, Aoun menyatakan tak ada terobosan dalam perundingan membentuk pemerintahan baru untuk mengganti kabinet koalisi yang dipimpin Saad al-Hariri. Hariri mundur pada 29 Oktober dari posisinya sebagai perdana menteri. Hariri menyatakan ragu untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak