alexametrics

Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

loading...
Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen
Iran mengklaim memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium hingga 60 persen. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
TEHERAN - Iran mengklaim memiliki kapasitas untuk memperkaya uranium hingga 60 persen. Jumlah itu jauh melebihi dari yang dibutuhkan kebutuhan sipil namun kuran dari 90 persen yang diperlukan untuk membuat bahan bakar nuklir.

Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi.

"Organisasi ini memiliki kemungkinan untuk menghasilkan 5 persen, 20 persen dan 60 persen, dan memiliki kapasitas ini," kata Kamalvandi selama konferensi pers di pabrik nuklir bawah tanah Fordow.



"Saat ini, kebutuhannya 5 persen," tambahnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (10/11/2019).

Otoritas politik tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bulan lalu bahwa Teheran tidak pernah mengejar pembangunan atau penggunaan senjata nuklir, yang dilarang oleh agama.

Iran pada hari Kamis mengatakan telah memulai kembali pengayaan uranium di Fordow, melangkah lebih jauh dari kesepakatan nuklirnya dengan kekuatan dunia tahun 2015 setelah Amerika Serikat menarik diri.

Pakta tersebut melarang produksi bahan nuklir di Fordow, sebuah situs sensitif yang Iran sembunyikan dari pemeriksa non-proliferasi PBB hingga pemaparannya pada tahun 2009.

"Inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan mengunjungi Fordow pada hari Minggu," kata Kamalvandi.

Sejak Mei lalu, Iran telah mulai melampaui batas kapasitas nuklirnya yang ditetapkan oleh perjanjian nuklir 2015 sebagai balasan atas tekanan AS terhadap Teheran untuk menegosiasikan pembatasan pada program rudal balistik dan dukungan bagi pasukan proksi di sekitar Timur Tengah.

Iran mengatakan langkah-langkahnya dapat dibalik jika penandatangan perjanjian Eropa berhasil mengembalikan aksesnya ke perdagangan luar negeri yang dijanjikan dalam perjanjian nuklir tetapi diblokir oleh penerapan kembali sanksi AS.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak