alexametrics

Pertama Kali, Brasil Tolak Seruan PBB Akhiri Embargo AS di Kuba

loading...
Pertama Kali, Brasil Tolak Seruan PBB Akhiri Embargo AS di Kuba
Turis mengendarai mobil antik di depan Kedubes AS di Havana, Kuba, 7 November. Foto/REUTERS/Alexandre Meneghini
A+ A-
NEW YORK - Brasil untuk pertama kali bersama Amerika Serikat (AS) dalam voting menolak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengecam dan menyerukan dihentikannya embargo ekonomi AS pada Kuba. Adapun Kolombia dan Ukraina bersikap abstain.

Sebagian besar 193 anggota Sidang Umum PBB masih mengadopsi resolusi itu pada tahun ke-28 dengan 187 suara mendukung. Israel sebagai aliansi AS juga memberikan suara "tidak" dan Moldova tidak mengikuti voting. Voting PBB dapat memiliki tekanan politik tapi hanya Kongres AS yang dapat mencabut embargo yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun itu.

Perubahan kebijakan Brasil itu menunjukkan upaya terbaru Presiden Jair Bolsonaro untuk mendekati Presiden AS Donald Trump sejak menjabat pada Januari tapi bertentangan dengan kepentingan beberapa perusahaan besar Brasil.



Souza Cruz Ltda asal Brasil yang dimiliki oleh British American Tobacco PLC punya perusahaan patungan di Havana yang membuat sebagian besar rokok di Kuba. Biasanya, Brasil keberatan pada cara AS menerapkan politik domestiknya pada kebijakan luar negeri, menghukum perusahaan dari berbagai negara yang berdagang atau investasi di Kuba.

Kolombia abstain setelah membekunya hubungan dengan Kuba. Kuba pernah menjadi tuan rumah perundingan damai antara Kolombia dan grup pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN), tapi Havana menolak ekstradisi tiga komandan gerilyawan setelah negosiasi gagal memicu kritik dari pemerintahan Presiden Ivan Duque.

AS konsisten menolak resolusi PBB itu selama 24 tahun tapi abstain untuk pertama kali pada 2016 di era mantan Presiden Barack Obama saat AS dan Kuba menjalin hubungan lebih dekat.

Hubungan AS-Kuba memburuk di era Presiden AS Donald Trump. Trump memperketat perdagangan dan perjalanan ke Kuba. "AS tidak bertanggung jawab untuk pelanggaran tanpa akhir rezim Kuba pada rakyatnya," Kata Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft di Sidang Umum menjelang voting.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak