alexametrics

5 Pemerkosa Gadis di Spanyol Dihukum Ringan karena Korban Mabuk

loading...
5 Pemerkosa Gadis di Spanyol Dihukum Ringan karena Korban Mabuk
Ilustrasi perempuan korban kekerasan seksual. Foto/SINDOnews
A+ A-
BARCELONA - Lima pria di Spanyol yang diadili atas tuduhan memerkosa gadis 14 tahun secara bergiliran dihukum ringan, bahkan dibebaskan dari tuduhan pemerkosaan kategori berat. Alasannya, korban pada saat diserang dalam kondisi mabuk.

Putusan hakim pengadilan di Barcelona, Spanyol, itu memicu kemarahan publik.

Di bawah hukum Spanyol, tindakan yang dianggap sebagai pemerkosaan berat jika melibatkan kekuatan fisik atau pelaku melakukan intimidasi. Namun, karena korban pada saat kejadian berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba, lima pelaku tidak perlu menggunakan kekerasan.



Kendati dihukum ringan, kelima terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas pelecehan terhadap korban di sebuah pabrik yang tidak digunakan lagi di Manresa pada 2016. Kelimanya dijatuhi hukuman antara 10 hingga 12 tahun penjara.

Di Spanyol, hukuman yang lebih serius untuk kasus serangan seksual adalah hukuman penjara antara 15 hingga 20 tahun.

Selain menghukum ringan kelima terdakwa, pengadilan juga membebaskan dua terdakwa lainnya dari semua tuduhan.

Para jaksa mengatakan di pengadilan bahwa kelima terdakwa secara bergiliran menyerang korban yang jelas-jelas di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Korban mengatakan di pengadilan bahwa ingatannya tentang peristiwa itu kabur setelah minum alkohol. Kendati demikian, dia merasa terintimidasi dan bahwa dia harus "melayani" para terdakwa karena mereka memegang pistol. Belakang diketahui bahwa pistol itu hanya senjata kosong atau tidak berpeluru.

"Dia (korban) tidak tahu apa yang dia lakukan dan, oleh karena itu, tidak dapat memutuskan apakah akan menerima atau menentang hubungan seksual yang dia miliki dengan mayoritas terdakwa, yang dapat melakukan tindakan seksual itu tanpa menggunakan semacam kekerasan atau intimidasi," bunyi putusan hakim pengadilan, dikutip BBC, Jumat (1/11/2019).

Kelompok pembela hak-hak perempuan marah atas putusan pengadilan. "Putusan ini tidak dapat diterima karena mengatakan tidak ada intimidasi ketika gadis itu dalam situasi yang benar-benar tidak berdaya," kata Altamira Gonzalo, wakil presiden kelompok Themis, seorang ahli hukum asosiasi wanita asosiasi, kepada The Telegraph.

"Dia memperlakukan para penyerang seks dengan kebajikan dan tidak memiliki perspektif gender apa pun," ujarnya.

Kasus ini dikenal sebagai "Manada de Manresa" (Manresa Wolf Pack) karena kemiripannya dengan serangan geng pemerkosa tahun 2016 terhadap seorang remaja, yang memicu protes luas dan peninjauan berkelanjutan atas undang-undang pemerkosaan Spanyol.

Dalam kasus itu, sebuah pengadilan di Navarra memenjarakan lima pria karena pelecehan seksual setelah serangan di Pamplona terhadap seorang perempuan berusia 18 tahun yang diseret ke lorong sebuah bangunan tempat tinggal.

Menurut laporan polisi, korban saat itu "pasif", sehingga pengadilan memutuskan tidak ada intimidasi atau kekerasan yang terjadi.

Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo mengatakan pemerintah menghormati putusan pengadilan. Namun, dia menegaskan kembali niat partainya untuk mereformasi hukum sehingga setiap tindakan penetrasi tanpa persetujuan akan dianggap sebagai pemerkosaan.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak