alexametrics

Komite Konstitusi Suriah Resmi Diluncurkan

loading...
Komite Konstitusi Suriah Resmi Diluncurkan
Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen. Foto/Istimewa
A+ A-
JENEWA - Komite Konstitusi Suriah yang terdiri dari oposisi, masyarakat sipil dan delegasi pemerintah, masing-masing dengan 50 anggota, telah memulai kerjanya di Jenewa sesuai jadwal pada Rabu (30/10/2019).

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen, bersama dengan Ketua Komite Bersama Ahmad Kuzbari dari Pemerintah dan Hadi Albahra dari Oposisi, meluncurkan awal Komite dalam upacara pembukaan dengan 150 anggota yang duduk untuk pertama kali di ruangan yang sama di dalam markas PBB di Jenewa.

Menyebut peristiwa itu sebagai momen bersejarah, Pedersen mendorong anggota komite untuk bersabar, gigih dan siap untuk berkompromi dan terlibat secara konstruktif.



"Saya tahu bahwa tidak mudah bagi kalian semua untuk berada di sini bersama di ruangan ini, dan saya menghargai itu. Saya tahu bahwa ada perasaan yang mendalam di antara kalian, mencerminkan perasaan yang mendalam di antara semua warga Suriah setelah hampir sembilan tahun konflik kekerasan," ujarnya.

"Tetapi kenyataan bahwa Anda berada di sini hari ini duduk bersama berhadapan siap untuk memulai dialog dan negosiasi; ini adalah tanda harapan yang kuat bagi warga Suriah di mana-mana, baik di dalam maupun di luar negeri," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (31/10/2019).

Utusan PBB itu mengatakan kepada anggota komite itu adalah harapan tulusnya bahwa dengan merasakan niat baik satu sama lain sejak awal, kepercayaan dan lingkungan kerja yang positif akan tercipta.

Ia menekankan bahwa reformasi konstitusi adalah titik masuk yang baik untuk menyembuhkan luka-luka yang diderita rakyat Suriah, karena konstitusi menyangkut hak-hak dasar, hak politik, budaya, sosial dan ekonomi, aturan hukum dan pemerintahan yang baik.

Keputusan untuk membentuk Komite Konstitusi Suriah diadopsi di Sochi, Rusia, pada Januari 2018.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak