AS Kerahkan 2 Pembom Nuklir usai Kapal Perangnya Diusir China

Sabtu, 02 Mei 2020 - 08:53 WIB
loading...
A A A
Ini adalah kedua kalinya dalam hampir satu minggu Angkatan Udara AS telah mengirim pesawat pembom Lancer pada penerbangan intimidasi dramatis.

Pada 24 April lalu, sebuah pesawat pembom Lancer terbang ke Jepang dan bergabung dengan sejumlah jet tempur AS dan Jepang dalam latihan di Laut Jepang, hanya beberapa ratus mil dari tempat yang diyakini sebagai tempat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memulihkan diri usai operasi. Penerbangan kejutan 30 jam itu juga dioperasikan di luar Ellsworth.

Namun, kunjungan sepasang pesawat pembom Lancer ke Laut China Selatan pada hari Rabu terjadi di tengah situasi yang jauh lebih tegang antara Washington dan Beijing.

Sehari sebelumnya, yakni pada hari Selasa, media-media China melaporkan bahwa Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China telah mengusir kapal perusak USS Barry dari perairan rantai Pulau Paracel di Laut China Selatan yang diklaim oleh China dan Vietnam.

"Angkatan Udara dan Angkatan Laut China mengusir kapal perang AS yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha di Laut China Selatan karena tindakan AS dapat dengan mudah menyebabkan kecelakaan," tulis Global Times yang menggunakan nama China untuk pulau itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Trump: Serangan ke Iran...
Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"
Rekomendasi
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.13 Rabu: Arumi Akhirnya Mengetahui Bi Siti Dirawat
Statistik Ungkap Rahasia...
Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved