alexametrics

Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

loading...
Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia
Di saat dunia menghadapi ancaman ledakan penduduk, sejumlah negara malah tercatat memiliki angka kelahiran terendah. Banyak sisi positif dan negatif atas fakta tersebut. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan
A+ A-
Di SAAT dunia menghadapi ancaman ledakan penduduk, sejumlah negara malah tercatat memiliki angka kelahiran terendah. Banyak sisi positif dan negatif atas fakta tersebut. Berikut daftar negara dengan angka kelahiran terendah di dunia

1. Monako
Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia
Angka Kelahiran : 6,6 bayi per 1000 pendudukPopulasi : 30.581 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : 0,18%

2. Jepang



Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia


Angka Kelahiran : 7,8 bayi per 1000 penduduk
Populasi : 126.702.133 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : -0,19%

3. Andorra

Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia


Angka Kelahiran : 7,8 bayi per 1000 pendudukPopulasi : 85.660 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : 0,07%

4. Slovenia

Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia


Angka Kelahiran : 8,3 bayi per 1000 penduduk
Populasi : 1.978.029 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : -0,29%

5. Singapura

Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia


Angka Kelahiran : 8,4 bayi per 1000 pendudukPopulasi : 5.781.728 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : 1,86%

6. Korea Selatan
Daftar Negara-negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia
Angka Kelahiran : 8,4 bayi per 1000 pendudukPopulasi : 50.924.172 jiwa
Pertumbuhan Penduduk : 0,53%

Sumber: dikutip dari CIA World Factbook

Negara dengan angka kematian tertinggi di dunia pada 2017 (per 1.000 penduduk)
1. Bulgaria 16 kematian per tahun
2. Latvia 15 kematian per tahun
3. Serbia 15 kematian per tahun
4. Ukraina 15 kematian per tahun
5. Lithuania 14 kematian per tahun
6. Hungaria 14 kematian per tahun
(poe)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak