alexametrics

Rusia: AS Keluar dari INF untuk 'Kurung' Moskow dan Beijing

loading...
Rusia: AS Keluar dari INF untuk Kurung Moskow dan Beijing
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan alasan sebenarnya AS keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah adalah untuk menahan laju Rusia dan China. Foto/Vadim Savitsky/Russian Defence Ministry Press Office/TASS
A+ A-
MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan alasan sebenarnya Amerika Serikat (AS) keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) adalah untuk menahan laju Rusia dan China. Shoigu menyebut, perjanjian itu menghalangi ambisi AS untuk menghadang perkembangan kekuatan ekonomi dan militer China.

"Kami yakin bahwa alasan sebenarnya di balik penarikan sepihak AS dari Perjanjian INF adalah untuk menahan Rusia dan China," katanya dalam sesi pleno Forum Xiangshan di Beijing, China.

"Perjanjian itu tidak lagi memenuhi kepentingan AS di tengah meningkatnya kekuatan militer dan ekonomi China, Rusia memulihkan potensi pertahanan dan perluasan kerja sama militer-teknis antara kedua negara," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (21/10/2019).



Shoigu mencatat bahwa AS secara terang-terangan sedang bersiap untuk menghancurkan Perjanjian INF dengan menuduh Rusia melanggar itu. Dia menyebut, AS menciptakan pesawat tak berawak, menggunakan rudal balistik jarak menengah dan menggunakan Mark 41 Vertical Launching System yang awalnya dikembangkan untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk.

"Hal ini semakin dikonfirmasi oleh fakta bahwa 16 hari setelah perjanjian itu diakhiri sebuah rudal jelajah berbasis darat dilakukan dengan rudal ini menyerang target lebih jauh dari 500 km menurut pernyataan AS," ungkapnya.

Dia menggarisbawahi bahwa sistem keamanan multi-level di bidang kendali senjata yang digunakan untuk memastikan stabilitas dan keseimbangan kekuasaan selama bertahun-tahun sekarang sedang dihancurkan.

"Ini adalah penolakan AS untuk meratifikasi Perjanjian Uji Larangan Nuklir Komprehensif dan penarikan secara sepihak dari Perjanjian INF," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak