alexametrics

Lagi, Ribuan Petani Belanda Demo dengan Traktor Lumpuhkan Jalan

loading...
Lagi, Ribuan Petani Belanda Demo dengan Traktor Lumpuhkan Jalan
Ribuan petani di Belanda kembali demo dengan mengendarai traktor yang memacetkan jalan di Utrecht, Rabu (16/10/2019). Foto/Twitter @Paploo968
A+ A-
UTRECHT - Ribuan petani Belanda mengendarai traktor di sepanjang jalan raya yang menyebabkan kemacetan besar pada hari Rabu (16/10/2019). Aksi melumpuhkan jalan ini merupakan demo ketiga sebagai protes setelah mereka disalahkan atas polusi nitrogen.

Konvoi traktor berangkat pagi-pagi sekali menuju kota Utrecht, di mana ribuan petani bermaksud untuk melanjutkan protes mereka ke Den Haag, tempat demonstrasi terpisah direncanakan.

Protes ketiga oleh para petani pecah setelah putusan pengadilan pada Mei lalu menyatakan Belanda melanggar peraturan emisi Eropa. Tak hanya polisi yang turun tangan menertibkan demo, tapi tentara ikut membantu polisi.



Menurut organisasi pengemudi Belanda, ANWB, jalan raya lebih dari 375km macet, terutama di sekitar Utrecht. Sebuah lembaga lingkungan pemerintah, yang menurut petani bertanggung jawab atas penerbitan informasi yang salah tentang emisi nitrogen, berlokasi di Utrecht.

"Tahun lalu Anda tidak mendengar apa-apa tentang nitrogen, dan sekarang tiba-tiba itu adalah pertanyaan fana," kata Micha Bouwer, petani dari Angkatan Pertahanan Petani, kepada penyiar NOS, yang dilansir Reuters.

"Ini semua orang di kota yang memiliki dua tanaman di balkon mereka dan mengatakan 'alam menderita'," ujarnya.

Peternakan adalah penyebab utama polusi nitrogen, bersama dengan konstruksi dan transportasi. Para petani berpendapat bahwa mereka telah melakukan upaya besar untuk mengurangi emisi mereka dan mengatakan bahwa peran mereka dalam menyediakan makanan bagi bangsa ini kurang dihargai.

Meskipun tidak ada langkah konkret terhadap para petani yang telah diumumkan, satu partai politik telah menyarankan pemerintah Belanda untuk mengurangi jumlah hewan hidup, yang menyebabkan protes dari kelompok tani.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak