alexametrics

Prancis: Anggota ISIS Asal Eropa Harus Diadili di Irak

loading...
Prancis: Anggota ISIS Asal Eropa Harus Diadili di Irak
Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
A+ A-
PARIS - Prancis menginginkan pembentukan pengadilan internasional di Irak untuk mengadili anggota ISIS. Termasuk warga negara Eropa yang pergi berperang di Suriah untuk kelompok ekstrimis itu.

Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan, akan pergi ke Irak untuk membahas pembentukan pengadilan internasional untuk persidangan anggota ISIS. Ditambahkannya, perang melawan ISIS sedang berlangsung.

Dia mengklaim bahwa operasi anti-teror Turki di timur laut Suriah dapat menyebabkan kebangkitan kembali ISIS dan ini dapat mengakibatkan serangan teror di Eropa, mengulangi retorika yang telah disuarakan oleh berbagai pejabat di Barat sejak dimulainya aksi militer Turki.



"Kami selalu berhubungan dengan Kurdi (YPG/PKK). Kami masih berhubungan bahkan hari ini. Saya akan bertemu mereka di Irak," tambah Le Drian seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (16/10/2019).

Turki pada 9 Oktober melancarkan Operasi Perdamaian Musim Semi guna mengamankan perbatasannya dengan melenyapkan kelompok-kelompok teroris di sana, untuk memastikan kembalinya pengungsi Suriah yang aman dan integritas wilayah Suriah.

Ankara ingin membersihkan Suriah utara di sebelah timur Sungai Eufrat dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang dilihatnya sebagai afiliasi PKK yang terlarang. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Turki mengatakan PKK dan YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas wilayah dan struktur kesatuan negara.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya terhadaop Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak