alexametrics

Trump kepada Erdogan: Hentikan Invasi di Suriah

loading...
Trump kepada Erdogan: Hentikan Invasi di Suriah
Presiden AS Donald Trump menyerukan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan untuk menghentikan serangan di Suriah dan memberlakukan gencatan senjata. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan untuk menghentikan serangan di Suriah dan memberlakukan gencatan senjata. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS Mike Pence.

"Presiden Trump menyampaikan kepadanya dengan sangat jelas bahwa Amerika Serikat ingin Turki menghentikan invasi, menerapkan gencatan senjata segera dan mulai bernegosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah untuk mengakhiri kekerasan," kata Pence kepada wartawan di Gedung Putin seperti dilansir dari New York Post, Selasa (15/10/2019).

Pence juga mengungkapkan bahwa dia akan segera menuju ke Turki dalam upaya untuk memulai negosiasi guna mengakhiri ofensif Turki. Turki memulai operasi militernya Rabu lalu setelah Trump memindahkan pasukan AS dari Suriah utara, memberi jalan bagi pasukan Ankara.



Pence mengatakan sanksi yang diumumkan AS hanyalah permulaan kecuali Turki bersedia menerima gencatan senjata, datang ke meja perundingan dan akhiri kekerasan.

Berita panggilan telepon Trump datang setelah presiden berjanji untuk menjatuhkan sanksi pada Turki dan segera menghentikan negosiasi dengan negara itu atas apa yang disebutnya kesepakatan perdagangan USD100 miliar.

"Serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu," kata Trump dalam pernyataan sebelumnya yang diposting di Twitter.

“Saya sudah sangat jelas dengan Presiden (Turki) (Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi untuk kemungkinan kejahatan perang," sambungnya.

"Sayangnya, Turki tampaknya tidak mengurangi dampak kemanusiaan dari invasi," bunyi pernyataan itu.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak