alexametrics

Kepolisian Buru Gembong Sindikat Narkoba Terbesar di Asia

loading...
Kepolisian Buru Gembong Sindikat Narkoba Terbesar di Asia
Aparat kepolisian menangkap para tersangka saat operasi penyitaan 1,2 ton methamphetamine di Geraldton, Australia, 21 Desember 2017. Foto/REUTERS/Australian Federal Police
A+ A-
BANGKOK - Dia pria paling diburu di Asia. Dia dilindungi oleh para pengawal yang merupakan jagoan kickboxer Thailand. Dia terbang dengan jet pribadi. Dan, polisi menyatakan, dia pernah menghamburkan USD66 juta (Rp933 miliar) hanya dalam satu malam di kasino Makau.

Dia adalah Tse Chi Lop, warganegara Kanada yang lahir di China. Tse merupakan tersangka pemimpin sindikat perdagangan narkoba multinasional yang merupakan aliansi lima grup triad Asia. Para anggota sindikat itu menyebutnya "The Company."

Kepolisian menyebut salah satu nama panggilan Tse adalah Sam Gor, bahasa Kanton yang artinya "Saudara Nomor Tiga."



Para penegak hukum yakin sindikat itu telah menyalurkan berton-ton methamphetamine, heroin dan ketamine ke sejumlah negara, mulai dari Jepang di Asia Utara hingga ke Selandia Baru di Pasifik Selatan. "Namun methamphetamine (meth) menjadi bisnis utamanya," ungkap pernyataan kepolisian, dilansir Reuters.

Methamphetamine merupakan narkoba yang dapat mengakibatkan kerusakan fisik dan mental pada para pengguna jangka panjang. Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menyebut sindikat Sam Gor memiliki pendapatan meth USD8 miliar (Rp113 triliun) per tahun pada 2018. Namun pendapatannya dapat mencapai USD17,7 miliar (Rp250 triliun)."Kartel yang sering menyelundupkan narkoba dalam paket teh itu memiliki pangsa pasar 40% hingga 70% untuk pasar meth regional yang naik empat kali lipat dalam lima tahun terakhir," ungkap pernyataan UNODC.Peningkatan produksi meth yang luar biasa itu dipicu oleh pasar yang terus menguat.

Tse, 55, merupakan target utama dalam Operasi Kungur, investigasi pemberantasan narkoba. Dipimpin oleh Kepolisian Federal Australia (AFP), Operasi Kungur melibatkan sekitar 20 lembaga dari Asia, Amerika Utara dan Eropa. "Ini menjadi upaya internasional terbesar yang pernah ada untuk memerangi sindikat perdagangan narkoba Asia," papar para agen penegak hukum yang terlibat dalam investigasi itu.

Investigasi itu melibatkan otoritas dari Myanmar, China, Thailand, Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Taiwan yang tidak secara resmi terlibat dalam operasi ini pun membantu penyelidikan.

Sesuai dokumen investigasi, Tse disebut sebagai pemimpin sindikat narkoba itu. "Organisasi itu telah terkait dengan atau secara langsung terlibat dalam 13 kasus perdagangan narkoba sejak Januari 2015," papar dokumen investigasi yang diperoleh Reuters. Dokumen itu tidak menjelaskan dengan rinci setiap kasus perdagangan narkoba tersebut.

Penegak hukum Taiwan menyatakan Tse sebagai "CEO Multinasional" sindikat itu. Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA) menyebut Tse sebagai pemimpin sindikat Sam Gor.

Beberapa investigator menyebut Tse mirip dengan legenda raja narkoba Amerika Latin. "Tse Chi Lop seperti El Chapo atau mungkin Pablo Escobar. Kata gembong sering digunakan, tapi tak diragukan ini berlaku di sini," ungkap Jeremy Douglas, perwakilan Asia Tenggara dan Pasifik untuk UNODC.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak