alexametrics

Redam Kritik, Trump Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki

loading...
Redam Kritik, Trump Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Foto/REUTERS/Leah Millis
A+ A-
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump segera menerapkan sanksi ekonomi pada Turki, paling cepat pekan ini. Sanksi AS itu terkait serangan Turki ke Suriah bagian utara.

Sanksi menjadi sedikit pilihan yang masih tersisa bagi AS untuk menekan Turki. Para pejabat pertahanan menyatakan pemerintahan Trump tak akan menggunakan militer AS untuk menghentikan serangan Turki terhadap para pejuang Kurdi yang selama ini menjadi aliansi AS dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Trump juga meminta Pentagon untuk mulai menarik semua pasukan AS dari wilayah Suriah utara.

Setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa Trump mengizinkan sanksi baru pada Turki, pemerintah telah mulai merancang sanksi untuk menekan ekonomi Turki. Trump menyatakan dia mendengarkan Kongres, saat Partai Republik dan Partai Demokrat secara agresif mendorong penerapan sanksi pada Turki.



"Bersepakat dengan @LindseyGrahamSC dan banyak anggota Kongres, termasuk Demokrat, tentang penerapan Sanksi terhadap Turki," ungkap Trump di Twitter.

"Kementerian Keuangan siap bekerja, tambahan legislasi mungkin diperlukan. Ada konsensus besar tentang ini. Turki meminta itu tidak dilakukan," papar Trump.

Pejabat AS secara anonim menjelaskan pada Reuters bahwa berbagai sanksi itu sedang dirancang di semua level pemerintahan untuk diterapkan.

Trump berupaya menepis semua kritik, termasuk dari beberapa pendukung utamanya di Partai Republik, bahwa dia memberi lampu hijau pada Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk menyerang Kurdi pada Minggu (13/10), saat dia memutuskan menarik sejumlah pasukan AS keluar dari wilayah perbatasan. Keputusan Trump itu merupakan bagian dari upayanya membawa AS keluar dari perang tanpa akhir di Suriah. Namun para pengkritik menyatakan tindakan Trump dapat kembali membangkitkan ISIS.

Serangan Turki bertujuan menetralkan milisi YPG Kurdi yang menjadi bagian utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan dianggap Ankara sebagai kelompok teroris yang beraliansi dengan pemberontak Kurdi di Turki. Namun SDF juga aliansi utama AS dalam memerangi ISIS di Suriah.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak