alexametrics

Demo Memaksa Presiden Ekuador Cabut Penghapusan Subsidi BBM

loading...
Demo Memaksa Presiden Ekuador Cabut Penghapusan Subsidi BBM
Demo anti-pemerintah Ekuador pecah di Quito, 12 Oktober 2019. Demo itu menentang penghapusan subsidi bahan bakar minyak oleh Presiden Lenin Moreno. Foto/REUTERS/Ivan Alvarado
A+ A-
QUITO - Demo anti-pemerintah di Ekuador selama beberapa hari memaksa Presiden Lenin Moreno mencabut penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Keputusan itu muncul setelah presiden bernegosiasi dengan para pemimpin adat untuk mengakhiri protes nasional.

Sebelumnya, Moreno bersumpah untuk meninjau kembali dekrit kontroversialnya tentang pemotongan subsidi bahan bakar minyak yang telah memicu keresahan nasional.

Dari negosiasi itulah pemerintah Moreno akhirnya membatalkan dekrit kontroversialnya. "Dengan perjanjian ini, mobilisasi...di seluruh Ekuador diakhiri dan kami berkomitmen untuk memulihkan perdamaian di negara ini," bunyi pernyataan bersama Moreno dan para pemimpin adat pada hari Minggu yang dilansir AFP, Senin (14/10/2019).



Dalam pernyataan bersama itu, pemerintah menyatakan telah mencabut perintah untuk menghapus subsidi bahan bakar minyak.

Moreno telah membingkai serangkaian langkah-langkah penghematan sebagai reformasi ekonomi dalam upaya untuk menerima pinjaman bailout dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk merombak ekonomi negara yang terbebani utang. Langkah-langkah Moreno itu telah menyebabkan demonstrasi besar yang berubah menjadi kekerasan.

Pemotongan pada program yang dijalankan pemerintah untuk subsidi bahan bakar adalah titik tusuk yang pada awalnya menyebabkan ketegangan dan kemarahan pada populasi lokal.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia setempat menyebutkan jumlah korban jiwa selama demo yang berujung pada kekerasan mencapai tujuh orang. Namun Kantor Presiden Moreno hanya mengakui jumlah korban tewas hanya dua orang. Laporan lainnya menyatakan hingga 1.000 orang terluka.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak