alexametrics

'Mata-mata' Israel Tewas di Penjara Iran, Jandanya Kini Dibebaskan

loading...
Mata-mata Israel Tewas di Penjara Iran, Jandanya Kini Dibebaskan
Kavous Seyed Emami (kiri) dan Maryam Mombeini saat masih berkumpul dengan keluarganya di Kanada. Emami yang dituduh mata-mata Israel telah tewas di penjara Iran setahun lalu. Foto/Picasa/Courtesy of Kavous Seyed-Emami
A+ A-
VANCOUVER - Akademisi berkewarganegaraan Iran-Kanada, Kavous Seyed Emami, yang dituduh sebagai mata-mata Israel dan Amerika Serikat (AS) tewas di sebuah penjara di Teheran pada Februari 2018. Kini, jandanya telah pulang ke Kanada setelah ditahan 18 bulan.

Emami tewas kurang dari sebulan setelah penangkapannya oleh otoritas berwenang Iran. Pemerintah setempat mengklaim, akademisi yang dituduh mata-mata Zionis itu tewas akibat bunuh diri. Namun, keluarganya meragukan klaim itu.

Janda korban, Maryam Mombeini, disambut pemerintah Kanada saat tiba di negara tersebut.



Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland merasa lega karena Mombeini telah pulang ke rumahnya. "Kalian semua telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam keadaan yang sangat sulit. Saya memikirkan Anda hari ini!," tulis Freeland di Twitter, seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (12/10/2019).

Mombeini, yang telah dicegah meninggalkan Iran sejak Maret 2018, bergabung dengan keluarga di Vancouver pada hari Kamis. Putranya, Ramin, melalui Twitter telah mengonfirmasi keberadaan ibunya.

Seyed Emami adalah warga Iran-Kanada kedua yang tewas di penjara Iran. Sebelum dia, jurnalis foto Zahra Kazemi telah meninggal tahun 2003. Jurnalis itu ditangkap ketika mengambil foto di depan penjara Evin di Teheran.

Kanada telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 2012.

Beberapa orang asing, sebagian besar berkewarganegaraan ganda, ditahan di Iran. Penangkapan mereka karena berbagai alasan telah meningkat sejak Amerika Serikat secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir Iran pada Mei 2018.

Iran, yang tidak mengakui kewarganegaraan ganda, umumnya tidak memberikan akses konsuler ke tahanan berkewarganegaraan ganda.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak