alexametrics

Siarkan Pesan Perdamaian, 5 Ulama Jabar Akan Sambangi Inggris

loading...
Siarkan Pesan Perdamaian, 5 Ulama Jabar Akan Sambangi Inggris
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berfoto bersama Dubes Iggris Owen Jenkins dan Direktur British Council Indonesia, Paul Smith, bersama lima ulama yang terpilih dalam program English for Ulama. Foto/British Council
A+ A-
JAKARTA - British Council dan Kedutaan Besar Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengadakan acara pelepasan lima ulama terpilih yang akan berkunjung ke Inggris pada awal November 2019.

Acara kunjungan ini adalah bagian dari English for Ulama, program yang diluncurkan pada Januari 2019 berfokus pada peningkatan kapasitas ulama di Jawa Barat untuk menjadi agen pembaharu serta untuk mendukung visi dan misi pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu "Jawa Barat Juara Lahir Batin."

Dengan kemampuan Bahasa Inggris dan public speaking yang baik, lima ulama terpilih ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan mendorong komunitas ulama yang lebih luas untuk menyampaikan pesan perdamaian internasional serta berpartisipasi secara aktif dalam diskusi isu-isu global dari perspektif Islam.



Dalam kunjungan ke Inggris, para ulama akan terbagi ke beberapa kota, yaitu London, Bristol, Cardiff, Manchester dan Birmingham – untuk berdiskusi, berceramah, dan bertukar pandangan mengenai keberagaman budaya dan agama di Indonesia dengan beberapa sekolah, universitas, organisasi keagamaan dan komunitas lokal di Inggris. Kunjungan ini adalah program kerja sama antara British Council, Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.

Lima ulama ini terpilih dari 30 ulama yang telah menyelesaikan pelatihan Bahasa Inggris yang diadakan oleh British Council. Pada proses seleksi pelatihan, 30 ulama tersebut telah terpilih dari 265 pendaftar. Lima ulama ini adalah Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumunudin, Beni Safitra dan Hasan Al-Banna. Acara pelepasan ini juga bagian dari program pelatihan sebelum keberangkatan, di mana para ulama dilatih secara intensif selama lima hari untuk mengikuti pelatihan Bahasa Inggris serta memperdalam pengetahuan keislaman.

“Hari ini saya sangat berbahagia karena sebuah program kerja sama pemerintah Jawa Barat, Kedutaan Besar Inggris dan British Council sudah berjalan dengan baik, yaitu program English for Ulama, melatih para ulama Jawa Barat fasih berbahasa Inggris," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Program ini berangkat dari concern saya bahwa komunitas Islam Indonesia sering kali kurang terepresentasikan di forum - forum global, padahal Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, jumlah Muslim di Jawa Barat melebihi jumlah Muslim di Arab Saudi. Semoga program ini semakin mengurangi miskonsepsi yang ada tentang Islam, bahwa Islam di Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin, Islam yang indah," sambungnya.

"Kepada para ulama yang akan berangkat, saya berpesan bahwa Anda akan menjadi duta Islam dan duta Jawa Barat untuk itu pergunakan kesempatan ini sebaik – baiknya,” pesan Ridwan Kamil dalam rilis yang diterima Sindonews, Kamis (10/10/2019).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengaku senang menyaksikan para perwakilan ulama inspiratif dari komunitas muslim Provinsi Jawa Barat yang akan mewakili Indonesia dalam kancah global.

"English for Indonesia kami selenggarakan pertama kali karena kami yakin bahwa Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan setiap individu untuk membuka kesempatan global dan terhubung dengan budaya lain. English for Ulama, sebagai bagian dari program English for Indonesia, menunjukkan bahwa Bahasa Inggris dapat membantu individu untuk meraih potensi mereka," ujarnya.

"Kami bangga dapat mendukung ulama untuk menyiarkan dukungan perdamaian kepada komunitas internasional dari perspektif Islam melalui Inggris. Saya berharap Anda semua sukses dalam menjalankan seluruh aktivitas selama berada di Inggris,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur British Council Indonesia, Paul Smith, merasa bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Jabar dalam peningkatan kapasitas Bahasa Inggris masyarakat Jabar termasuk di antaranya kapasitas Bahasa Inggris para ulama di Jawa Barat.

"Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling sering digunakan di kancah global dan merupakan keahlian utama di abad ke-21 untuk Indonesia di era globalisasi," ucapnya.

"Hari ini adalah momen penting untuk program English for Ulama di mana kita dapat merayakan delegasi lima Ulama terbaik yang terpilih dari program pelatihan kami dan akan berangkat mengunjungi Inggris. Mereka akan membagikan cerita mengenai Indonesia sebagai negara terdepan dalam keberagaman melalui perspektif nilai – nilai serta ajaran Islam," sambungnya.

"Dengan kepulauan yang luas dan keberagaman budaya, etnis, agama dan bahasa yang signifikan, Indonesia adalah contoh negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang mengutamakan toleransi dan nilai-nilai perdamaian Islam untuk berkontribusi dalam dunia yang lebih harmonis,” tukasnya.

Untuk diketahui English for Ulama adalah bagian dari English for West Java – sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian berbahasa Inggris para ulama dan guru dengan metode pelajaran dan pengajaran daring (online) dan tatap langsung (offline) melalui pelatihan Bahasa Inggris yang innovatif dan interaktif. Program ini adalah bagian dari kampanye nasional, English for Indonesia yang telah diinisiasi oleh British Council dan Kedutaan Besar Inggris di tahun 2018.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak