alexametrics

Iran pada Turki: Hentikan Serangan, Keluar dari Suriah

loading...
Iran pada Turki: Hentikan Serangan, Keluar dari Suriah
Iran menuntut Turki untuk menghentikan serangan di utara Suriah dan segera angkat kaki dari negara tersebut. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Iran menuntut Turki untuk menghentikan serangan di utara Suriah dan segera angkat kaki dari negara tersebut. Pernyataan ini datang menyusul dimulainya operasi militer Turki di Suriah, yang menargetkan milisi Kurdi dan ISIS.

"Kami menyatakan keprihatinan atas operasi militer Turki di wilayah Suriah, dan dengan mempertimbangkan keseriusan situasi kemanusiaan dan bahaya yang berkelanjutan yang ditimbulkan kepada warga sipil di zona konflik, menekankan perlunya untuk segera menghentikan serangan dan untuk penarikan pasukan Turki dari Suriah," kata Kementerian Luar Negeri Iran.

"Iran memahami kekhawatiran Turki atas keamanannya, tetapi bahwa solusi militer bukanlah cara untuk menyelesaikannya," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (10/10/2019).



Teheran juga memperingatkan bahwa kampanye militer akan menyebabkan hilangnya banyak nyawa dan kerusakan material di Suriah, dan menegaskan kembali penentangannya terhadap operasi itu.

Sebelumnya diwartakan, militer Turki mulai menginvasi wilayah Suriah timur laut untuk memerangi pasukan Kurdi sejak kemarin. Serangan darat dan udara tersebut dilaporkan menewaskan beberapa warga sipil dan menghantam sebuah penjara tempat para militan ISIS ditahan.

Menurut para aktivis dan kelompok pemantau perang, setidaknya tujuh warga sipil tewas dalam serangan militer Ankara di Suriah timur laut.

Pasukan Kurdi yang mengendalikan wilayah Suriah timur laut mengonfirmasi serangan Ankara yang menargetkan penjara bagi para militan ISIS. "Salah satu penjara tempat tahanan ISIS ditahan (dihantam) oleh serangan udara Turki," kata Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didominasi pasukan Kurdi dalam sebuah tweet.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak