Jerman Selalu Ambil Untung dalam Perang Ukraina
Minggu, 01 September 2024 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Bild, pertemuan tersebut juga menampilkan perangkat keras industri pertahanan Jerman, termasuk sistem antipesawat Skyranger buatan Rheinmetall. Dengan meriam otomatis tipe revolver dan radar yang kuat, Bild menggambarkannya sebagai sistem yang ideal untuk mencegat pesawat nirawak musuh.
Pada bulan Juni, surat kabar itu mengutip pernyataan kepala Sistem Pertanahan Rheinmetall, Bjorn Bernhard, yang mengatakan bahwa variasi Skyranger, yang dipasang pada sasis tank Leopard 1 era Perang Dingin Jerman, akan segera dipasok ke Ukraina.
Selain itu, Howitzer Kendali Jarak Jauh RCH 155 baru telah dipersembahkan kepada pejabat tinggi militer di Dresden, demikian yang dituduhkan dalam artikel tersebut. Sebanyak 54 unit persenjataan pertama dilaporkan akan dikirimkan ke Ukraina tahun depan, dengan beberapa militer Eropa juga diduga menyatakan minatnya.
Rheinmetall saat ini sedang membangun pabrik baru di Lower Saxony, dan perusahaan itu mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka bermaksud untuk memproduksi sebanyak 700.000 peluru artileri setiap tahunnya pada tahun 2025.
Pabrikan senjata Jerman itu membuka pusat perawatan tank di Ukraina barat pada bulan Juni, dan telah mengumumkan rencana untuk mendirikan lebih banyak pabrik amunisi dan pertahanan udara di tanah Ukraina.
Pada bulan Juni, surat kabar itu mengutip pernyataan kepala Sistem Pertanahan Rheinmetall, Bjorn Bernhard, yang mengatakan bahwa variasi Skyranger, yang dipasang pada sasis tank Leopard 1 era Perang Dingin Jerman, akan segera dipasok ke Ukraina.
Selain itu, Howitzer Kendali Jarak Jauh RCH 155 baru telah dipersembahkan kepada pejabat tinggi militer di Dresden, demikian yang dituduhkan dalam artikel tersebut. Sebanyak 54 unit persenjataan pertama dilaporkan akan dikirimkan ke Ukraina tahun depan, dengan beberapa militer Eropa juga diduga menyatakan minatnya.
Rheinmetall saat ini sedang membangun pabrik baru di Lower Saxony, dan perusahaan itu mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka bermaksud untuk memproduksi sebanyak 700.000 peluru artileri setiap tahunnya pada tahun 2025.
Pabrikan senjata Jerman itu membuka pusat perawatan tank di Ukraina barat pada bulan Juni, dan telah mengumumkan rencana untuk mendirikan lebih banyak pabrik amunisi dan pertahanan udara di tanah Ukraina.
Lihat Juga :