alexametrics

Kelompok Pro-Iran Bertanggung Jawab atas Kematian Demonstran Irak

loading...
Kelompok Pro-Iran Bertanggung Jawab atas Kematian Demonstran Irak
Sejumlah pejabat senior keamanan dan politisi Irak mengatakan, pemerintah Irak mengirim faksi-faksi bersenjata yang didukung Iran untuk menindak demonstran. Foto/Reuters
A+ A-
BAGHDAD - Sejumlah pejabat senior keamanan dan politisi Irak mengatakan, pemerintah Irak mengirim faksi-faksi bersenjata yang didukung Iran untuk menindak demonstran. Para pejabat itu mengatakan, faksi-faksi inilah yang bertanggung jawab atas tewasnya banyak demonstran.

Seorang pejabat senior keamanan Irak, yang berbicara dalam kondisi anonim, menuturkan bahwa kelompok-kelompok itu melapor langsung kepada Jenderal Qasim Soleimani, komandan Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Jenderal (Soleimani) secara pribadi datang ke Baghdad beberapa hari yang lalu untuk mengelola krisis. Dia memberi perintah untuk secara brutal berurusan dengan para demonstran, dan bahkan membunuh mereka untuk menebar teror di hati yang lain.," kata pejabat itu.



"Atas perintahnya, para pemimpin keamanan Irak dikeluarkan dari (menanggapi demonstrasi), internet diblokir, sebagian besar wartawan lokal yang meliput demonstrasi diancam dan beberapa stasiun TV satelit lokal dan Arab dibakar," sambungnya, seperti dilansir Arab News pada Rabu (9/10/2019).

Sebelumnya, militer Irak mengakui telah menggunakan "kekuatan berlebihan" saat menangani aksi demonstrasi yang telah berlangsung selama lebih dari satu pekan.

"Kekuatan berlebihan di luar aturan telah digunakan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini," kata militer Irak dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Irak, Adel Abdel Mahdi sendiri telah memerintahkan pasukan itu untuk digantikan dengan unit Polisi Federal. Mahdi juga telah memerintahkan Dinas Intelijen untuk membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak