alexametrics

Diklaim Ditembak Jatuh Pakistan, Jet Su-30 India Muncul di Parade Militer

loading...
Diklaim Ditembak Jatuh Pakistan, Jet Su-30 India Muncul di Parade Militer
Jet tempur Su-30MKI Avenger-1 muncul di antara beberapa jet tempur dalam parade militer Angkatan Udara India. Padahal, jet tempur tersebut diklaim ditembak jatuh militer Pakistan Februari lalu. Foto/ANI
A+ A-
NEW DELHI - Sebuah jet tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara (AU) India mengejutkan para penonton di sebuah parade militer AU di luar Delhi. Kejutan ini sekaligus mempermalukan Pakistan yang mengklaim telah menembak jatuh jet tempur tersebut lebih dari enam bulan lalu.

Dalam parade, dua pesawat tempur buatan Rusia terlihat di langit di atas Pangkalan Udara Hindon di Ghaziabad. Pesawat-pesawat itu terbang dalam formasi sebagai bagian dari perayaan yang menandai ulang tahun ke-87 Angkatan Udara India (IAF).

Menurut laporan NDTV yang dikutip Selasa (8/10/2019), salah satu pesawat bernama "Avenger-1" adalah jet tempur yang sama dengan yang diklaim ditembak jatuh Pakistan dalam pertempuran singkat Februari lalu. Jet tempur itu bahkan diterbangkan oleh kru yang sama yang diklaim Islamabad telah ditembak jatuh.



"Pada Hari Angkatan Udara, IAF menerbangkan jet tempur Sukhoi yang diklaim Pakistan ditembak jatuh," tulis pengunjung parade di akun Twitter-nya, @szaheer123.

Menurut Islamabad, Su-30 jatuh dari langit dalam pertempuran pada 27 Februari, sehari setelah Angkatan Udara India mengebom sebuah kamp yang diduga markas teroris di Pakistan.

Dalam pertempuran udara berikutnya, India mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS), sebelum salah satu MiG-21 Bison miliknya jatuh oleh tembakan militer Pakistan.

New Delhi dengan tegas membantah bahwa salah satu jet tempur Su-30-nya hancur dalam pertempuran itu, dan menuduh Pakistan mengarang cerita untuk menutupi hilangnya jet tempur buatan Amerika.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak