alexametrics

Mayat Terakhir Korban Jembatan Runtuh di Taiwan Ditemukan

loading...
Mayat Terakhir Korban Jembatan Runtuh di Taiwan Ditemukan
Tim penyelamat berhasil menemukan mayat terakhir korban jembatan runtuh di Taiwan yang sempat dinyatakan hilang. Foto/Istimewa
A+ A-
TAIPEI - Tim penyelamat berhasil menemukan mayat terakhir korban jembatan runtuh di Taiwan yang sempat dinyatakan hilang. Sebuah jembatan ambruk dan menimpa kapal penangkap ikan di bawahnya dua hari lalu.

Menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan sebanyak enam pekerja asal Indonesia dan Filipina tewas dalam insiden itu, yang juga menyebabkan 12 orang terluka.

"Mayat warga Filipina yang dinyatakan hilang ditemukan di perairan sekitar tengah hari, mengakhiri operasi pencarian 24 jam sejak jembatan itu ambruk pada Selasa," kata badan itu seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (3/10/2019).



Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan tentang penyebab keruntuhan dan mengatakan keluarga korban akan menerima USD161.000 sebagai kompensasi.

Rekaman CCTV secara dramatis mengabadikan momen saat jembatan lengkung tunggal sepanjang 140 meter itu jatuh pada Selasa pagi di Nanfang'ao, pantai timur Taiwan.

Dalam video itu, kabel vertikal di tengah lengkungan baja jembatan tiba-tiba patah.

Jembatan itu kemudian runtuh ke dalam air, menimpa tiga kapal penangkap ikan ketika sebuah truk tangki bensin, yang hampir berhasil menyeberang, juga jatuh ke dalam air dan terbakar.

Sebelumnya Taiwan sempat dihantam topan pada Senin malam, yang membawa hujan lebat dan angin kencang ke beberapa bagian di pantai timur. Tetapi pada saat jembatan runtuh, cuacanya baik-baik saja.

Landmark lokal itu selesai pada tahun 1998 dan membentang pelabuhan nelayan kecil.

Taiwan memiliki industri perikanan yang besar dan banyak dari mereka yang bekerja di kapalnya adalah pekerja migran bergaji rendah dari negara-negara seperti Filipina, Indonesia dan Vietnam.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak